Dokumen Rahasia

Ungkap Cara-cara Korut Kelabui PBB

FOTO | ISTIMEWAPimpinan Korut
A A A

JAKARTA - Dokumen rahasia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan Korea Utara belum menghentikan program nuklir dan misil dan secara terus menerus melanggar sanksi-sanksi yang dijatuhkan PBB.

Laporan itu disusun selama enam bulan oleh ahli independen yang bertugas mengawasi sanksi PBB untuk Korut. Pada Jumat (3/8), dokumen diajukan pada komisi sanksi untuk Korut di bawah Dewan Keamanan PBB dan telah dilihat oleh Reuters.

"Korut belum menghentikan program nuklir dan misil dan terus mengelabui resolusi Dewan Keamanan PBB melalui peningkatan penyelundupan produk minyak bumi dari kapal ke kapal, dan juga transfer batu bara di laut sepanjang 2018," demikian bunyi laporan setebal 149 halaman tersebut.

Utusan Korea Utara untuk PBB tidak merespons pertanyaan Reuters soal laporan ini.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Korut bekerja sama dengan militer Suriah dan coba menjual senjata pada kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Pyongyang juga melanggar sanksi finansial dengan mengekspor barang-barang tekstil dengan nilai lebih dari US$100 juta ke China, Ghana, India, Meksiko, Sri Lanka, Thailand, Turki, dan Uruguay pada periode Oktober 2017 hingga Maret 2018.

Laporan ini muncul setelah muncul usulan dari Rusia dan China untuk melonggarkan sanksi pada Korut menyusul pertemuan antara presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kim Jong-un.

Pada pertemuan Juni lalu tersebut, Jong-un berjanji untuk melanjutkan proses denuklirisasi.

AS dan beberapa anggota Dewan Keamanan PBB lainnya meminta penerapan sanksi untuk Korut yang lebih ketat hingga pemerintahan Jong-un mengambil langkah nyata.

Ahli PBB mengatakan penyelundupan minyak bumi di perairan internasional telah meningkat, baik dalam cakupan, skala, cara, hingga kecanggihan cara-cara melakukannya.

Mereka mengatakan Korut bukan hanya bisa mematikan sistem pelacakan kapal, tapi juga menyamarkan kapal secara fisik dengan menggunakan kendaraan yang berukuran lebih kecil.

Laporan itu juga menyatakan kerjasama terlarang di bidang militer dengan Suriah juga terus berlangsung dengan teknisi-teknisi Korut telah mengunjungi Suriah pada 2011, 2016, dan 2017.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa para ahli PBB sedang menyelidiki dugaan Kementerian Pertahanan Korut memasok senjata pada kelompok Houthi di Yaman.

Pada 2006, DK PBB menjatuhkan sanksi pada Korea Utara untuk mengerem program misil dan nuklir mereka. PBB melarang Korut mengekspor batu bara, bijih besi, timah, tekstil, tangkapan laut, serta membatasi impor minyak mentah dan produk olahan minyak bumi lainnya.

Para ahli menyatakan sanksi finansial ini secara sistemik dilanggar oleh Korut dengan praktik-praktik pengelabuan.

Kode:47
Sumber:cnnindonesia.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...