Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Ulama Serukan Boikot Berbagai Merk Produk Prancis yang Beredar Luas di Indonesia

SetpresPresiden Jokowi
A A A

BANDA ACEH - Pernyataan Presiden Prancis soal kartun Nabi Muhammad dan Islam yang disampaikan pada awal Oktober 2020 lalu berbuntut panjang.

Sejumlah negara menyuarakan boikot produk Prancis karenanya. Terbaru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan boikot produk Prancis.

Hal ini menjadi respons atas sikap Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad dan Islam.

Berikut ini adalah 20 produk Prancis yang beredar luas dan sering digunakan masyarakat Indonesia.

1. Chanel
2. Danone
3. Christian Dior
4. Garnier
5. Lacoste
6. L'Oreal
7. Orange
8. Cartier
9. Louis Vuitton
10. Kraft
11. Loreal
12. Carrefour
13. SFR
14. Lancome
15. Peugeot
16. TOTAL
17. AXA
18. Hermes
19. Yves Saint Laurent
20. Total (migas)

Alasan mengapa MUI memboikot produk Prancis semata-mata karena pernyataan Presiden Emmanuel Macon  yang memberi dukungan pemutaran kartun nabi Muhammad serta ujarannya yang dianggap melukai umat islam, sehingga diprotes beberapa negara dengan melakukan boikot produk Prancis.

Salah satu negara yang paling kentara melakukan boikot adalah Turki yang dinyatakan jelas oleh presidennya, Erdogan.

Lalu apa yang dilakukan Indonesia merespons hal itu?

Baru-baru ini  Indonesia melalui Presiden Joko Widodo menyatakan sikap atas pernyataan Macron.

Presiden Jokowi pada Sabtu, 31 Oktober 2020, di dampingi sejumlah organisasi agama serta menteri memberikan tanggapannya di Istana Negara.

Indonesia juga mengecam keras pernyataan presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," ujar Jokowi seperti dikutip dari YouTube Skretariat Presiden.

Berekpresi yang menciderai simbol agama tak bisa dibenarkan

Tak cuma itu,  Jokowi juga menyoroti soal dukungan kebebasan bereskpresi yang menciderai simbol agama tak bisa dibenarkan.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu usai kematian Paty, seorang guru yang menunjukkan karikatur bergambar nabi Muhammad mematik problem yang makin meluas.

"Kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan," imbuh Jokowi.

Soal terorisme yang dikaitkan dengan agama pun, Presiden Jokowi  mengatakan agar tak mencampur adukkan keduanya. Karena menurutnya terorisme sama sekali tak terkait dengan agama mana pun.

"Mengaitkan agama dengan tindakan  terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Teroris, terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun," tegasnya.

Pihaknya pun mengajak warga Indonesia serta dunia untuk lebih semakin mengedepankan persatuan dan toleransi beragama bersama.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...