Ulama Berharap Suara Warga Kota Untuk Illiza-Farid Tidak Pecah

DSC_0097
A A A

BANDA ACEH - Ribuan warga dari sejumlah gampong dalam kecamatan Jaya Baru antusias menghadiri kampanye dialogis serta pengukuhan Tim Sukses Pasangan calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh nomor urut satu Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar, Senin (16/01).

Kehadiran pasangan calon walikota yang diunggulkan dalam Pemilihan walikota Banda Aceh itu disambut Pimpinan Dayah Mabdaul Ulum Tgk Muhibban, Tgk. Rusli Daud (Waled Rusli) serta tokoh masyarakat setempat.

Waled Muhibban dalam sambutannya kembali memaparkan sejumlah alasan sehingga kalangan ulama menjatuhkan pilihannya kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota Illiza-Farid. Ia menyebutkan komitmen dari Illiza dan Farid terhadap agama sangat terang sehingga tidak perlu diragukan lagi.

Begitu juga perhatian Illiza selama menjabat sebagai walikota Banda Aceh untuk dayah, pesantren dan majelis taklim, selalu mendapatkan prioritas.

“Ini bukan sekedar keputusan kami, tapi keputusan oleh guru-guru kami dari kalangan ulama-ulama, sehingga saya bersama Tgk-Tgk lainnya, dan ulama punya tekad kuat untuk memenangkan Ibu Illiza pada Pilkada nanti,”ujarnya.

Ia kembali mengajak warga Banda Aceh, khususnya warga kecamatan Jaya Baru untuk memenangkan Illiza-Farid secara mutlak, sehingga kedepan komunikasi dengan pimpinan kota ini akan lebih mudah.

Karena kata Waled Muhibban, tidak hanya perhatian dibidang agama, selama kepemimpinan Illiza banyak pembangunan di kota Banda Aceh.

“Kami sangat berharap agar dukungan masyarakat Kota khususnya Kecamatan Jaya Baru tidak pecah, kita satukan suara bersama ulama pada nomor satu ini. Tidak perlu kita bayangkan yang lain-lain yang belum terbukti,”lanjutnya.

Sementara itu calon wakil walikota Banda Aceh Farid Nyak Umar mengajak warga Banda Aceh untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai model kota Madani yang Islami. Apalagi kata Farid kedekatan Ibu Illiza dengan kalangan ulama bukan terjadi dalam dua bulan terakhir, akan tetapi jauh sebelumnya, kedekatan tersebut juga murni, bukan karena momen Pilkada semata.

“Jadi bukan karena Pilkada lantas kami mendekati Ulama, tapi ibu Illiza memang keturunan dari ulama, cucu ulama, dan Justru selama kepemimpinannya beliau ini peduli dengan dayah, majelis taklim dan syiar-syiar Islam lainnya,”ujarnya.

Selain itu kata Farid, dibawah kepemimpinan Illiza, dalam tiga tahun terkhir kota Banda Aceh hidup dengan suasana Zikir baik yang dilakukan di lapangan-lapangan maupun masjid-masjid.

“Dan Masjid akan kita jadikan sebagai pusat dakwah, pusat kegiatan anak muda, sehingga masjid tidak sekedar tempat shalat, kalau ada yang bilang menjadikan Banda Aceh sebagai kota Zikir, itu sudah dilakukan ibu Illiza,”tambahnya.

Pada kesempatan yang sama walikota nonaktif, Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak warga bersatu untuk melawan setiap fitnah-fitnah yang memecah belah persatuan warga kota Banda Aceh.

Fotografer:AK Jailani
Sumber:Rel
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...