Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dayah Perbatasan dan Dayah MUQ Aceh yang belokasi di Jalan Rel Kereta Api, Desa Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar terlihat seperti bangunan tidak bertuan. Pasalnya, bangunan milik Pemerintah Aceh dibawah Dinas Pendidikan Dayah Aceh diduga hingga kini belum pernah ditempati. Buktinya pekarangan UPTD itu dipenuhi dengan rumput ilalang. Bahkan, menurut amatan tim acehimage.com pada Kamis (13/8/2020) kemarin, di depan gedung mewah ini terparkir satu unit mobil jenis kijang Inova yang sudah hancur, layaknya terparkir di depan bengkel.

Ulama Aceh Minta Warga Terus Baca Qunut Nazilah saat Shalat

ANTARAUlama Aceh Tgk Faisal Ali.
A A A

BANDA ACEH- Ulama Aceh Tgk Faisal Ali meminta masyarakat provinsi paling barat Indonesia tersebut untuk terus membacakan qunut nazilah dalam setiap shalat wajib, sebagai salah satu ikhtiar agar terhindar dari segala musibah seperti wabah COVID-19.

"Pertama kita dalam konteks keagamaan tetap masyarakat kita imbau untuk tetap melalukan qunut nazilah dan doa-doa tolak bala. Karena kasus (COVID-19) ini terus bertambah," kata Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Senin.

Menurut ulama yang akrab disapa Lem Faisal itu, tidak hanya ikhtiar dalam bentuk doa, masyarakat juga harus benar-benar mengikuti seluruh protokol kesehatan pencegahan terhadap COVID-19, mengingat Aceh telah terdeteksi transmisi lokal penularan virus corona.

"Kita harap juga kelonggaran yang diberikan sedikit oleh pemerintah itu agar masyarakat jangan kebabalasan. Masyarakat silahkan beraktivitas tapi memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.

Untuk saat ini, perkembangan warga terpapar COVID-19 di daerah Tanah Rencong tersebut telah berjumlah 79 kasus, diantaranya 25 orang telah sembuh, dua orang meninggal dunia, dan selebihnya dalam penanganan medis.

Disamping itu, Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh itu juga meminta Pemerintah Aceh agar benar-benar melakukan pengawasan ketat terhadap setiap orang yang masuk ke Aceh di tengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah harus betul-betul mendeteksi setiap tamu yang datang ke Aceh dari zona merah dan zona hitam, itu sangat penting," katanya.

Lem Faisal menambahkan, dengan kondisi Aceh yang diberi kelonggoran orang masuk, maka sangat penting untuk mendeteksi setiap orang yang tiba dari wilayah zona merah dan hitam.

Kata dia, setiap orang yang tiba dari luar Aceh tidak hanya sebatas menjalani isolasi mandiri di rumah, tetapi wajib mengikuti pemeriksaan COVID-19 baik melalui tes cepat (rapid test) maupun tes sampel usap (swab) PCR.

"Kalau isolasi mandiri saja di rumah, tapi yang bersangkutan sudah kena (COVID-19), maka akan terkena keluarnya juga," kata Lem Faisal.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...