Gedung Putih Sebut Korut,

Ujian Bagi Hubungan Amerika Serikat-China

FOTO | ISTIMEWAPermasalahan rudal dan nuklir Korut akan menjadi pembicaraan utama Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
A A A
Kami ingin bekerja menghadapi Korut bersama-sama. Ini adalah ujian bagi hubungan kedua negara,

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membahas bagaimana mengendalikan nuklir Korea Utara (Korut) dengan Presiden China Xi Jinping akhir pekan ini. Menurut pejabat senior Gedung Putih, Korut akan menjadi ujian bagi hubungan AS-China.

"Kami ingin bekerja menghadapi Korut bersama-sama. Ini adalah ujian bagi hubungan kedua negara," kata pejabat itu dalam jumpa pers seprti dikutip dari Reuters, Rabu (5/4/2017).

Gedung Putih sendiri menyatakan situasi semakin mendesak. Hal ini terkait dengan aksi terbaru Korut yang kembali meluncurkan rudal balistik ke Laut Jepang.

"Waktu sangat, sangatcepat habis. Semua opsi ada untuk kita ada di atas meja," kata pejabat itu.

Trump dan Jinping akan bertemu pada Kamis dan Jumat di resor pribadi Trump, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Trump menjabat pada 20 Januari lalu. Isu-isu perdagangan dan keamanan akan menonjol dalam pembicaraan mereka.

Trump ingin China untuk berbuat lebih banyak untuk menggunakan pengaruh ekonominya untuk menahan program nuklir dan rudal Pyongyang. Namun China menyatakan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap Korut.

Trump juga tidak berencana untuk menyerah pada tekanan China untuk menarik sistem anti rudal THAAD milik AS di Korea Selatan (Korsel). China mengganggap penyebaran itu bisa memicu destabilisasi kawasan, namun AS bersikeras jika penyebaran THAAD ditujukan untuk menanggakal ancaman rudal Korut.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...