Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Tur Harley Keroyok Anggota TNI Diketuai Eks Pangkostrad

pixabayIlustrasi
A A A

JAKARTA- Kepolisian membenarkan bahwa tur motor gede yang dilakukan oleh Harley Owners Groups Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) dipimpin oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago.

Diketahui, touring menuju Sabang, Aceh itu terhenti di tengah jalan. di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat (30/10).

"Iya benar, rombongan itu ketuanya Letjen (Purn) Djamari Chaniago," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake saat dikonfirmasi, Senin (2/11).

Semasa berdinas di TNI, Djamari diketahui sempat menyandang sejumlah jabatan penting. Diantaranya seperti Pangkostrad, Wakil KASAD, hingga Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.

Diketahui bahwa rombongan motor itu sempat melakukan mediasi dengan pihak korban. Namun, meski mediasi telah dilakukan, proses hukum terhadap para pelaku pengeroyokan tetap berjalan.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara menegaskan bahwa penegakan hukum tak akan terhenti meski dalam insiden tersebut melibatkan sejumlah nama-nama besar.

Pasalnya, Penasihat Kapolri Jenderal Idham Azis, Muradi juga terdaftar dalam kegiatan touring tersebut. Hanya saja, Muradi belum sempat bergabung dengan rombongan dalam kegiatan tersebut.

"Proses hukum tetap lanjut. Tanyakan mereka (pihak yang bermediasi), saya hanya jalankan proses hukum sesuai fakta hukum," ucap dia kepada CNNIndonesia.com.

Sejauh ini, polisi sudah menjerat lima orang tersangka. Mereka diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan dua prajurit TNI di wilayah Bukittinggi, Sumbar pada Jumat (30/10).

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat pasal 170 KUHPidana Jo pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. Mereka terancam hukuman pidana selama lima tahun penjara.

Proses hukum terhadap tersangka dilakukan usai pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi, anggota klub, rekaman video saat peristiwa dugaan penganiayaan terjadi, serta alat bukti lainnya.

Sebagai informasi, pengeroyokan terhadap dua anggota TNI itu terjadi di Jalanan Simpang Tarok, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Jumat pekan lalu, sekitar pukul 16.40 WIB, dan sempat viral di media sosial.

Sekelompok orang yang merupakan bagian dari rombongan moge melakukan penganiayaan terhadap korban, yang kemudian terkonfirmasi bahwa korban merupakan anggota TNI berdinas di Kodim 0304/Agam.

Sumber:CNN INDONESIA
Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...