Tuna Netra Lhokseumawe Minta Sediakan Tempat Bekerja

doc.Illustrasi Tuna Netra
A A A

LHOKSEUMAWE - Kelompok warga tuna netra di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh meminta kepada pemerintah daerah setempat  menyediakan lokasi untuk tempat bekerja dan mencari nafkah bersama.

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Lhokseumawe Tgk Hasbullah, Selasa, mengatakan pihaknya menginginkan pemerintah daerah menyediakan satu lokasi bagi warga tuna netra sebagai tempat mencari nafkah.

Menurutnya, tempat dimaksud dapat berupa bangunan yang bisa digunakan sebagai lokasi praktik pijat bersama oleh warga tuna netra, sehingga bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa pijat dapat mendatangi tempat tersebut.

Hasbullah menyatakan, bukan tanpa alasan pihaknya meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk menyediakan atau membangun satu tempat usaha bagi penderita tuna netra itu. Selain bertujuan untuk memandirikan warga tuna netra, juga untuk meningkatkan taraf hidup bagi kaum tuna netra.

Apalagi, ujarnya, jasa pijat tuna netra mulai turun peminatnya, seiring banyak jasa pijat refleksi.

Lambat laun, jika tidak diantisipasi dan pemerintah turun tangan, warga tuna netra yang selam ini mengandalkan kemampuan memijat untuk menafkahi keluarga akan hilang dengan sendirinya.

Karena itulah, pihaknya sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan satu lokasi khusus bagi tuna netra untuk usaha pijat.

"Saat ini, jasa pijat tuna netra mulai berkurang seiring mulai ramai pijat refleksi," ujar Ketua Pertuni Kota Lhokseumawe itu pula.

Dia menyatakan, jika ada tempat khusus usaha pijat tuna netra yang dibangun oleh pemerintah daerah, selain dapat menciptakan lapangan kerja bagi tuna netra, pemerintah daerah juga dapat memperoleh pendapatan asli daerah dari restribusi pengelolaan tempat itu.

"Jika ada tempat khusus, kami bisa bekerja memijat. Berdasarkan tarif yang ditetapkan, selain menjadi hak kerja pemijat, juga telah dipotong untuk biaya perawatan bangunan dan PAD bagi daerah," katanya lagi.

Sumber:antara
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...