Kenapa

Tulisan Dokter Terkenal Jelek dan Susah Dibaca? Ini Jawabannya!

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

RASANYA semua orang sudah pernah mengalami situasi, bingung dan bertanya-tanya sendiri melihat bentuk tulisan tangan di resep dokter ketika sedang berobat ke klinik ataupun rumah sakit. Imej akan dokter pasti punya tulisan tangan yang jelek, memang sudah melekat sejak lama.

Tapi pernahkah Anda mengira-ngira, sebetulnya kenapa sih tulisan tangan dokter itu selalu berantakan dan kurang jelas untuk dibaca oleh orang awam? Jangan salah, sebenarnya di balik tulisan tangan ala “cakar ayam” dari para dokter ini ada alasannya.

Sebagaimana dilansir Readerdigest, Minggu (21/10/2018) diungkapkan oleh Ruth Brocato, MD seorang dokter di Mercy Medical Centerduating, ada banyak latar belakang yang menjadikan kenapa kebanyakan para dokter punya tulisan tangan yang kurang indah.

Pertama ialah, yang namanya dokter itu ternyata harus menulis dengan tulisan tangan lebih banyak daripada jenis pekerjaan lain. Disebutkan Celine Thum, MD direktur medis di ParaDocs Worldwide, di dalam dunia medis, jika tidak terdokumentasikan maka tidak akan terjadi. Segala sesuatu yang dibicarakan kepada pasien ataupun ahli medis lain harus memiliki bukti tertulis sebagai catatan riwayat kesehatan.

Alasan yang kedua ialah karena jam kerja yang panjang, hari yang panjang ditambah dengan banyak sekali menulis maka otomatis akan membuat tangan menjadi lelah. Pada dasarnya jika bekerja sebanyak 10 hingga 12 jam dengan banyak menulis tangan di dalamnya, tangan tidak terhindarkan akan pegal dan menulis dengan jelek. Disebutkan juga, kebanyakan tulisan tangan dokter semakin jelek sepanjang hari ketika otot-otot tangan kecil terlalu banyak bekerja.

Hitungannya adalah, jika dokter bisa menghabiskan waktu satu jam untuk setiap pasien maka dokter bisa sedikit mengistirahatkan tangannya. Namun faktanya, kebanyakan dokter memang memiliki waktu singkat untuk setiap pasien agar semua pasien bisa tertangani.

Misalnya, satu pasien mungkin hanya memiliki 15 menit untuk membahas masalah medis dan mengajukan pertanyaan penting tentang resep. Dengan begitu banyaknya pasien yang harus diperiksa dalam waktu yang terbatas, dokter lebih peduli dengan mendapatkan informasi dari pada menyempurnakan tulisan tangan mereka.

Alasan lainnya ialah dalam menjalankan pekerjaannya, seorang dokter harus berhadapan dengan banyak istilah teknis medis yang seperti mustahil untuk ditulis, misalnya untuk menulis “epididymitis” tanpa bantuan periksa ejaan otomatis dari komputer. Inilah mengapa terkadang dokter mencoret-coret untuk menutupi eror tersebut.

Di luar itu, dunia medis memiliki istilah-istilah tersendiri. Misalnya, QD adalah singkatan untuk frasa Latin yang berarti "satu hari" dan TID berarti "tiga kali sehari." Di mana yang namanya petugas apoteker akan tahu persis apa yang dimaksud oleh dokter, tetapi jika dilihat orang awam maka tulisan tersebut hanyalah seperti “cakar ayam”.

Namun, pada intinya dokter akan tetap hati-hati dalam menuliskan resep mengingat kesalahan kecil dalam membaca dapat mendatangkan konsekuensi yang besar. Contohnya, alih-alih menulis “mg” atau “mcg,” dokter lebih dianjurkan untuk menulis “miligram” atau “mikrogram.”

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...