Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Trump Perketat Aturan Visa Bagi Anggota Partai Komunis China ‘Jahat’ ke AS

REUTERSBendera China, AS dan Partai Komunis China dijual di Pasar Grosir Yiwu, Zhejiang, China.
A A A

WASHINGTON - Sanking kesalnya terhadap kebijakan politik China, Pemerintahan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang masih dibawah kendali Presiden Donald Trump mengeluarkan aturan untuk membatasi perjalanan ke AS oleh para anggota Partai Komunis  China dan keluarga mereka.

Kebijakan tersebut diumumkan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dalam pernyataan pada Kamis 03 Desember 2020.

“Kebijakan itu mengurangi masa berlaku maksimal visa pengunjung B1/B2 untuk para anggota Partai Komunis China dan anggota keluarga dekat mereka dari 10 tahun menjadi 1 bulan,” ungkap pernyataan Deplu AS itu.

“Tindakan itu untuk melindungi bangsa dari pengaruh jahat partai itu,” papar pernyataan itu.

“Partai tersebut bekerja untuk mempengaruhi orang Amerika melalui propaganda, pemaksaan ekonomi, dan kegiatan jahat lainnya," ungkap pernyataan Deplu AS.

Pemerintahan Trump berusaha memperkuat warisan kebijakan keras terhadap China.

Selama era Trump, hubungan antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu tenggelam ke titik terendah dalam beberapa dekade.

Jubir China: Kebijakan AS Jelas Bentuk Penindasan Politik

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying mengecam kebijakan itu.

“Ini jelas bentuk penindasan politik yang meningkat terhadap China oleh beberapa kekuatan anti-China yang ekstrim di AS yang bertindak karena bias ideologis yang intens dan mengakar pada mentalitas Perang Dingin," tegas dia.

Washington dan Beijing telah berkonflik terkait penanganan China atas wabah virus corona, cengkeraman Beijing yang semakin erat di Hong Kong, klaim Beijing di Laut China Selatan, perdagangan dan tuduhan kejahatan hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang.

Pekan lalu, Reuters melaporkan Amerika Serikat siap menambahkan perusahaan chip China, SMIC, dan produsen minyak dan gas lepas pantai nasional China, CNOOC, ke daftar hitam dugaan perusahaan militer China, serta membatasi akses mereka ke para investor AS.

Berita tentang pembatasan ini pertama kali dilaporkan The New York Times.

“Pedoman visa baru memungkinkan pejabat AS untuk menentukan status partai seseorang berdasarkan aplikasi dan wawancara mereka,” ungkap laporan surat kabar itu.

Rubrik:NEWS

Komentar

Loading...