Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Ketua BEM FH Unimal:

Touring Moge Tidak Bermanfaat Bagi Perdamaian Aceh

BULKHAINIKetua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Hukum Universitas Malikussaleh Muhammad Fadli
A A A

ACEH UTARA- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Hukum Universitas Malikussaleh Muhammad Fadli menyebutkan Touring Moge dalam rangka memperingati hari perdamaian Aceh Ke 15 Tahun yang dilakukan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) hanya Program menghamburkan Uang.

"Program itu hanya ceremonial saja, Esensi dan subtansial dari perdamaian tidak didapatkan dalam touring dan BRA jangan terlihat seperti miskin program,"kata Muhammad Fadli, Rabu (12/8/2020) di Lhoksukon.

Terlebih, jelas Fadli, dana yang digunakan mencapai Rp300 juta lebih, apalagi di tengah situasi pandemi COVID-19, dan BRA hanya bisa menghabiskan uang tanpa ada kejelasan.

"Padahal jika dalam memperingati 15 Tahun perdamaian Aceh kan bisa saja dengan cara yang santunan anak Yatim, korban konflik,,"Ujar Muhammad Fadli.

Fadli juga menyampaikan, apabila anggaran sebesar Rp300 juta dipergunakan untuk pembangunan rumah dhuafa sudah berapa banyak masyarakat miskin di Aceh yang terbantu oleh BRA.

"BRA harus mengevaluasi diri sejauh mana sudah Progres nya dalam melakukan reintegrasi Aceh pasca Perdamaian. Bukan malah menjadi beban bagi Provinsi Aceh dengan program-program yang tidak bermanfaat dan hanya bisa menghabiskan uang seperti ini,"tegasnya.

Ia berharap agar Plt Gubernur Aceh wajib mengevaluasi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

"Gubernur Aceh wajib mengevaluasi kinerja Ketua BRA pusat serta membatalkan program touring motor gede (Moge) karna tidak bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan Perdamaian Aceh,"tegas Muhammad Fadli.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...