Inggris,

Tolak Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

FOTO | AFPBendera Israel berkibar di depan sebuah masjid di kota Yerusalem pada 1 Desember 2017
A A A
Dengan demikian kami tidak sepakat dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum adanya perjanjian yang final,

NEW YORK - Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft menegaskan negaranya tidak setuju dengan keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan tidak ada rencana memindahkan kantor kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB membahas masalah tersebut, Jumat (8/12) waktu New York, Rycroft mengatakan bahwa posisi Inggris atas status Yerusalem sudah jelas dan lama ditetapkan: bahwa status Yerusalem harus diputuskan bersama antara Israel dan Palestina.

"Dengan demikian kami tidak sepakat dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum adanya perjanjian yang final," kata Rycroft kepada Dewan Keamanan.

Rabu lalu Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memaparkan rencana memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara itu wakil Prancis, Francois Delattre, mengatakan negaranya menyesalkan pernyataan Trump soal Yerusalem.

Dia menyatakan Yerusalem harus "menjadi ibu kota dua negara, Israel dan Palestina," sebagai bagian dari negosiasi.

"Tidak ada alternatif lain kecuali solusi dua negara tersebut," tambahnya.

Pertemuan darurat itu digelar atas permintaan delapan anggota Dewan Keamanan yaitu Bolivia, Mesir, Prancis, Italia, Senegal, Swedia, Inggris, dan Uruguay.

Tidak ada alternatif lain kecuali solusi dua negara tersebut,
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...