dari Puncak Kasmaran,

TNI AU Jaga Keutuhan NKRI

FOTO | ANDI KBMPuncak Kasmaran begitulah sebutan salah satu tempat terbatas yang tidak diketahui oleh semua orang yang ada di Kota Sabang ini. Daerah terbatas itu, berada pada ketinggian hampir 600 meter diatas permukaan laut itu terletak diwilayah teritorial Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.
A A A
Ada pesawat komersil, militer adan apapun itu yang terlihat di udara. Jadi mereka ini tugasnya mengamati radar. Sehingga mereka akan dapat melakukan pendeteksian dini terhadap ancaman,

SABANG - Puncak Kasmaran begitulah sebutan salah satu tempat terbatas yang tidak diketahui oleh semua orang yang ada di Kota Sabang ini.

Daerah terbatas itu, berada pada ketinggian hampir 600 meter diatas permukaan laut itu terletak diwilayah teritorial Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Untuk mencapai titik lokasi itu, dibutuh kendaraan yang mumpuni dan tangguh di medan berat. Pasalnya jalan khusus yang kesehariaan dilalui oleh Prajurit TNI AU dalam hal ini Satuan Radar 233 itu, sangat ekstreem dan terjal, dengan 11 rintangan tikungan berbahaya.

"Are You Ready" begitulah tertulis di sebuah papan pada awal dimulainya perjalanan ekstreem menantang maut, yang setiap harinya dilalui oleh Prajurit TNI AU tanpa mengeluh dan meninggalkan keluarga, demi menjada keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jalan menanjak terjal, berlumut, lembab serta rawan longsong, menghiasi setiap meter jalan aspal yang dilalui oleh prajurit TNI AU. Sesekali ban-ban kendaraan terdengar slip dan mengeluarkan asap putih saat memulai tanjakan pada setiap tikungan patah disepanjang jalur itu.

Namun, hal itu tidak menyurutkan niat patriot para prajurit TNI yang senantiasa memantau benda-benda yang melintas di wilayah udara NKRI.

Komandan Pangkalan Udara TNI AU Maimun Saleh (MUS) Kota Sabang, Letkol PNB APU. Tarigan mengatakan, Prajurit TNI AU yang bertugas di Puncak Kasmaran ini, siaga 24 jam tanpa tidur untuk memantau benda apa saja yang ditangkap oleh Radar TNI itu.

Mereka secara bergantian, mengamati beberapa monitor dengan layar yang tidak tergolong besar untuk mengidentifikasi benda-benda apa saja yang melintas di Wilayah Udara Republik Indonesia.

"Ada pesawat komersil, militer adan apapun itu yang terlihat di udara. Jadi mereka ini tugasnya mengamati radar. Sehingga mereka akan dapat melakukan pendeteksian dini terhadap ancaman," kata Danlanud MUS, Letkol PNB APU. Tarigan saat melaksanakan Coffe Morning bersama wartawan di Puncak Kasmaran, Selasa (9/1).

Saat didampingi oleh para Pewira dari Satrad 233 dan Perwira Lanud, APU. Tarigan mengaku bahwa, akses jalur ke daerah terbatas itu masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi sehingga benar-benar safety untuk dilalui para prajurit TNI itu.

Selain itu, APU Tarigan yang juga mantan Pilot Heli Super Puma, mengaku bahwa Puncak Kasmaran ini juga memiliki pamandangan indah dan menawan. Dimana, dari atas puncak itu, bisa menyaksikan hamparan wilayah Pulau Weh dan Daratan Aceh tanpa ada halangan apapun.

"Saya dulu pernah mendarat di lokasi ini saat Aceh masih bersatus Darurat Militer," tunjuk Tarigan ke lokasi Helli Pad yang berada di unjung Puncak Kasmaran.


Siaga Penuh
Selain itu, Kadisops Satrad 233 Sabang Mayor Lek Haris Fadillah bersama Kadishar Satrad 233, kapten Lek Indra Febrian secara bergantian menjelaskan dari Puncak Kasmaran TNI AU dapat melakukan pemantauan penerbangan non schedule, pesawat udara asing maupun sipil Indonesia, yang beroperasi di wilayah udara Indonesia bagian barat.

"Jadi tugas kami bagian dari operasi Angkatan Udara, yaitu pertahanan udara. Jadi kami mengawaki alusista radar," katanya.
Dia juga kembali mengaku bahwa Prajurit terlatih TNI AU secara bergantian bertugas di Satuan Radar melakukan pemantauan pesawat yang melintas di wilayah Sumatera khususnya Sabang.

"Jadi semua pesawat yang masuk dari barat Indonesia, semua dapat kami identifikasi” terang Kadishar Satrad 233, Indra Febrian. Satrad dapat mengidentifikasi penerbangan dari berbagai lembaga dan negara," terangnya pada sela-sela coffe morning yang turut dihadiri Kepala bagian Humas Pemko Sabang bersama tim, Para Perwira Lanud MUS dan Para Perwira Satrad 233 serta Pengurus dan Anggiota PWI kota Sabang.

Berkeliling usai bincang-bingang di ruang pemantauan radar, para wartawan diajak berkeliling untuk mengenal peralatan serta spot-spot terbaik untuk view pemandangan indah di Puncak Kasmaran.

Saat berkeliling, Danlanud MUS menjelaskan, kegiatan yang digelar di Puncak Kasmaran Satrad 233 kota Sabang merupakan ajang silaturahmi TNI AU bersama awak media. Hal ini tidak lain guna mempererat silaturahmi yang selama ini telah terjalin.

"Harapan kita dari kegiatan ini, keakraban kita (TNI AU dan Media-red) dapat meningkatkan kerjasama dalam membangun Kota Sabang kedepannnya," jelas APU Tarigan.
Selain itu, Mantan Pilot Helli Super Puma itu mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud kebersamaan dan memperkenalkan Prajurit yang bertugas di Satrad 233 Sabang.

"Harapan kita keberadaan Satrad dan Lanud, bisa diterima oleh masyarakat dan kerja sama kami dengan media menjadi lebih akrab, guna membangun Sabang lebih baik," tambahnya.

Harapan kita dari kegiatan ini, keakraban kita (TNI AU dan Media-red) dapat meningkatkan kerjasama dalam membangun Kota Sabang kedepannnya,
Penulis:ANDI KBM
Editor:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...