Emil Maju di Pilgub Jatim,

Tjahjo: Harusnya Bukan Cuti, tetapi Mundur

FOTO | ANTARAMendagri Tjahjo Kumolo
A A A
Yang ramai dan jadi perdebatan misalnya Dardak. Dardak itu baru, belum dua tahun. Belum dua tahun langsung (maju) cawagub. Yang kedua etika dalam konteks dia dulu didukung PDI Perjuangan, sekarang tidak. Nah ini etikanya bagaimana,

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyoroti majunya Bupati Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), Emil Dardak maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

Menurutnya, para kepala daerah yang ingin maju pilkada di daerah sama atau lain, sebaiknya harus mengundurkan diri. “Aturannya, kalau enggak salah cuti, tapi kalau masuk di provinsi lain tidak cuti, tapi mundur. Cuti menurut saya enggak adil, harusnya ya mundur. Jangan cuti harusnya,” kata Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Jumat (25/11).

Dia bakal membahas mengenai hal tersebut dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sejumlah peraturan mengenai kewajiban cuti dan mundur juga ditinjau lagi. “Kita akan cek dulu undang-undangnya. Kalau belum ada undang-undang yang detil, ya bisa kita (terapkan pemberhentian),” ungkapnya.

Untuk diketahui, Partai Golkar dan Partai Demokrat resmi mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menjadi calon gubernur dengan pendampingnya Emil Dardak. Emil baru menjabat bupati Trenggalek setelah memenangkan Pemilihan Bupati Trenggalek 2015.

“Yang ramai dan jadi perdebatan misalnya Dardak. Dardak itu baru, belum dua tahun. Belum dua tahun langsung (maju) cawagub. Yang kedua etika dalam konteks dia dulu didukung PDI Perjuangan, sekarang tidak. Nah ini etikanya bagaimana,” ucap Tjahjo.

Menurutnya, Emil juga tak hanya diusung PDI Perjuangan ketika Pilbup Trenggalek. “Tidak hanya PDI perjuangan, ya semua partai. Semua partai juga merasa keberatan, sudah berjuang mati-matian, tahu-tahu meloncat (ke Pilgub Jatim), itu yang sedang mau saya bicarakan dengan KPU,” ujarnya.

Disinggung perlunya Khofifah mengajukan pengunduran diri dari Kabinet Kerja, Tjahjo menyerahkan hal tersebut kepada Khofifah. “Saya kira Ibu Khofifah sebagai menteri sudah tahu posisinya. Soal kapan beliau akan menyampaikan (mundur) kepada Bapak Presiden, yang tahu Ibu Khofifah sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan berkomentar lebih jauh mengenai Khofifah yang akan mengikuti Pilgub Jatim. Presiden mengaku belum menerima surat pengunduran diri Khofifah.

“Suratnya belum sampai ke saya. Saya belum bisa jawab sebelum beliau ke saya, menyampaikan surat resmi kepada saya,” kata Presiden seusai acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/11).

Khofifah sendiri menjelaskan, dalam waktu dekat ia bakal menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden. “Saya akan segera menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Bapak Presiden,” kata Khofifah seusai menerima surat rekomendasi dari Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/11).

Suratnya belum sampai ke saya. Saya belum bisa jawab sebelum beliau ke saya, menyampaikan surat resmi kepada saya,
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...