Bupati Aceh Besar

Tinjauan Jembatan Gantung Roboh

FOTO | MARIADI.
A A A

ACEH BESAR - Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan gantung yang putus di Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Jumat (15/2/2018).

Bupati Aceh Besar dalam penijauan ke jembatan gantung tersebut turut serta Sekdakab Aceh Besar Drs Iskandar MSi, Kadis PUPR Aceh Besar Ir Yusmadi MM, Kabag Humas dan Protokol Muhajir SSTP MPA, Kabag ULP Darmansyah ST, Camat Kuta Cot Glie Drs H Baharuddin, Muspika Cot Glie, Mukim Siron, dan para keuchik mukim Siron, serta tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali mengatakan jembatan tersebut putus ketika banjir bandang menyapu daerah itu pada 18 Desember 2018 lalu yang mengakibatkan dua gampong seberangnya terisorlir yakni Gampong Siron Blang dan Siron Krueng. "Jembatan ini merupakan satu-satunya penghubung kedua gampong dan tentu pemakaian dari jembatan ini sangat penting untuk transportasi warga dan juga anak-anak sekolah," ujarnya.

Untuk kelancaran transportasi masyarakat disana, Mawardi mengatakan, pihaknya melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) telah mengerahkan boat fiber untuk penyebrangan Krueng Keumireu dan akan menyediakan bus sekolah untuk para pelajar Gampong Siron itu agar tetap bersekolah. “Pemerintah sudah menyediakan boat fiber sebagai alat transportasi air untuk menyebrang dan juga tersedianya rakit masyarakat tapi yang paling penting adalah anak sekolah, yaitu akan disediakan bus untuk mengangkut anak sekolah untuk jalan darat,” tegas Bupati Mawardi Ali.

Untuk penanganan awal, pihaknya kata Mawardi Ali, bagi para anak-anak sekolah dasar yang kelas 1, 2 dan 3 yang selama ini proses belajar diseberang sungai direncakan ruangan belajar untuk dipindahkan ke gedung serba guna Gampong Siron. "Langkah ini diambil supaya anak-anak ini tidak lagi melintasi sungai, jadi mereka bisa bersekolah disana untuk sementara dan murid kelas 4 hingga 6 tetap sekolahya SD Siron dan diantar menggunakan bus nantinya,".

Sementara itu, untuk pembangunan jembatan penghubung kedua gampong itu, pihaknya akan meminta kepada Pemerintah Aceh untuk ditetapkan sebagai tanggap darurat dan meminta sesegara mungkin membangun jembatan yang putus itu. “Untuk penanganan jangka panjang, jembatan ini sudah dilakukan survey apalagi beberapa waktu lalu pernah diberitakan di media nasional kompas, tentu ini sudah menjadi isu nasional dan embatan ini akan diperbaiki tahun 2020 mendatang, sementara di tahun 2019 ini tidak mungkin lagi karena tidak masuk anggarannya untuk perbaikan jembatan ini,” ujar Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

Selain meninjau jembatan gantung Siron, Bupati Aceh Besar dan rombongan juga melihat langsung jembatan gantung yang terletak di Gampong Kruweung Blang, dimana beton fondasi beton jembatan telah terangkat dari dasar sehingga menyebabkan jembatan hampir jatuh ke sungai dengan kemiringan 45 derajat. Namun jembatan tersebut tidak rubuh dan terputus. "Jembatan ini angat berbahaya jika dilintasi oleh warga,".

Usai meninjau kedua jembatan tersebut, Bupati Mawardi Ali, sangat kesal terhadap aktifitas penambangan pasir yang berlebihan di kawasan dekat jembatan dengan tidak menghiraukan dampak lingkungan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Akibatnya, jembatan gantung ada yang putus dan ambruk. "Dalam waktu dekat Pemerintah Aceh Besar akan melakukan tindakan tegas kepada para penambang ilegal yang masih beroperasi di kawasan tersebut dan juga kita koordinasi dengan Kepolisian, Satpol-PP, serta Pemerintah Provinsi untuk bisa lebih menjaga lingkungan dan terkait pelarangan aktifitas galian C di kawasan sungai Keumireu Kuta Cot Glie dan sejumlah sungai lainnya," pungkas Mawardi

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Siron, Maraini mengatakan, siswa yang berasal dari gampong Siron Blang dan Sron Krueng itu berjumlah 90 siswa lebih. Terkait rencana Bupati Aceh Besar untuk memindahkan kelas ke Gedung Serba Guna Gampong Siron Blang, Ia menyambut baik dan tentu ini akan memperlancar proses belajar mengajar para pelajar.

Keuchik Gampong Siron Blang, Mustafa berharap kepada pemerintah untuk segera dibangun jembatan baru, selama ini sudah satu bulan lebih terkurung tidak bisa kemana-mana misalkan ke pasar Indrapuri. apalagi kalau air sungai kembali naik, tentu semakin terkurung kecuali harus melewati jalan jauh dengan menempuh jarak mencapai 15 KM. "Semoga pembangunan jembatan baru bisa segera dan masyarakat tidak lagi bersusah payah menggunakan rakit," harap Mustafa.

Laporan:Mariadi
Kode:47
Rubrik:Aceh Besar

Komentar

Loading...