Produksi Glutathione dalam Tubuh,

Tingkatkan Sistem Imun untuk Menangkal Penyakit di Musim Hujan

FOTO | alphsmartIlustrasi makan sehat
A A A

Sistem pengantaran khusus tersebut telah memperoleh US patent untuk penemuan terobosan dan dampak menguntungkannya bagi tubuh, sehingga dapat bekerja jauh lebih baik daripada formula Glutathione biasa. Ini merupakan hasil penelitian 25 juta dolar yang didanai oleh National Institute of Health, AS,

Dr Selvam Rengasamy Health Advisory Board of QNET

CUACA yang tak menentu belakangan ini menyebabkan perubahan pada suhu lingkungan menjadi lebih dingin. Hal itupun memberi dampak bagi tubuh, sebab tubuh perlu menyesuaikan diri dengan perubahan suhu. Disaat itu pula imunitas rentan menurun.

Di sisi lain perubahan temperatur juga menjadi sarana yang cocok bagi mikroorganisme untuk berkembang. Sehingga di musim seperti ini kerap muncul sejumlah penyakit seperti flu, pilek, diare, demam, batuk atau bahkan penyakit gatal pada kulit.

Meski demikian, musim hujan bukan sesuatu yang mesti dikhawatirkan secara berlebihan. Dengan berolahraga dan mengonsumsi asupan yang tepat dapat membantu tubuh lebih tahan dari serangan penyakit tersebut.

Salah satu cara untuk mengoptimalkan sistem imun adalah dengan mengonsumsi nutrisi tambahan agar tubuh menghasilkan glutathione. Glutathione atau GSH (Glutathion Sulph Hydril) adalah protein yang terdiri dari 3 asam amino utama (glutamin, sistein, glisin).

Pada dasarnya, tubuh manusia mampu menghasilkan glutathione secara alami, namun memasuki usia 20 tahun produksi glutathione di tubuh perlahan turun dan membuat kita rentan terhadap penyakit saat bertambah tua.

Tidak seperti antioksidan lain, glutathione bekerja di dalam sel melindungi DNA dari efek berbahaya radikal bebas. Tanpa zat ini, maka antioksidan seperti vitamin A, vitamin C dan vitamin E tidak bekerja secara optimal.

Itulah sebabnya Glutathione disebut sebagai master antioksidan. Ada beberapa makanan sumber Glutathione seperti brokoli, bayam, wortel, tauge, kol, kembang kol, alpukat, dan lainnya. Selain itu Glutathione juga bisa didapat dengan mengonsumsi suplemen tertentu, namun kenyataannya hal itu tidak efektif.

Saat diasup apa adanya, glutathione sangat mudah teroksidasi dalam sistem pencernaan dan tidak terserap dengan baik. Metode paling efektif adalah mempercepat produksi glutathione dari dalam tubuh, dan untuk melakukannya, dibutuhkan prekursor – blok pembangun utama untuk memproduksi glutathione dengan formula tertentu.

Dari tiga asam amino yang membentuk formula prekursor untuk produksi glutathione, Sistein tidak dapat diserap dengan mudah karena sifatnya yang tidak stabil. Sistein dihancurkan dalam saluran pencernaan sebelum mencapai sel Anda. Maka dibutuhkan sistem pengantaran unggul agar Sistein dapat bertahan melalui sistem pencernaan dan diserap ke dalam sel.

“Sistem pengantaran khusus tersebut telah memperoleh US patent untuk penemuan terobosan dan dampak menguntungkannya bagi tubuh, sehingga dapat bekerja jauh lebih baik daripada formula Glutathione biasa. Ini merupakan hasil penelitian 25 juta dolar yang didanai oleh National Institute of Health, AS,” kata Dr Selvam Rengasamy, Health Advisory Board of QNET dalam keterangan Edg3 yang diterima Okezone.

Sistem tersebut membantu tubuh mengaktifkan produksi Glutathione di dalam sel. Dengan kadar Glutathione yang cukup akan berperan melindungi sel dari radikal bebas yang bersifat merusak. Dengan demikian tubuh akan lebih tahan terhadap dari serangan penyakit yang biasa menyerang di musim hujan.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...