Amerika Serikat

Tingkatkan Sinyal Intelijen hingga 800 Persen di Sekitar Venezuela

FOTO | ISTIMEWA.
A A A

CARACAS - Militer Caracas mengatakan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan sinyal intelijennya di sekitar Venezuela hingga 800 persen. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez.

"Tapi tidak ada tanda-tanda (memprotes) skandal ini ketika pesawat militer AS mendarat di Cucuta (Kolombia) atau ketika sinyal intelijen Angkatan Udara AS di sekitar wilayah kami telah meningkat sebesar 800 persen. Tidak ada yang berbicara ketika ada upaya untuk merusak kedaulatan Venezuela," kata Padrino Lopez, yang pernyataannya dipublikasikan di Twitter, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (30/3/2019).

Signal intelligence (SIGINT) adalah cabang intelijen militer yang memotong dan mengumpulkan informasi dari sinyal elektronik secara langsung atau tidak langsung menggunakan berbagai sistem komunikasi.

Awal pekan ini, sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Presiden Donald Trump, mengkritik kedatangan personel militer Rusia ke Venezuela. Moskow merespons dengan mengatakan para ahli militernya berada di Venezuela untuk memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian bilateral.

Menteri Padrino Lopez pada hari Jumat mencatat bahwa kedatangan personel Rusia telah memicu kegemparan. Padrino Lopez ingat bahwa Moskow dan Caracas telah menikmati kerja sama militer sejak tahun 2001, sehingga tidak ada yang perlu khawatir tentang kemitraan yang bertujuan meningkatkan kesiapan tempur militer Venezuela.

Ketegangan di Venezuela meningkat pada 23 Januari, ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden interim dengan menolak terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro Moros dalam pemilu 2018.

Amerika Serikat secara terbuka mendukung Guaido. Sedangkan Uni Eropa tidak mengeluarkan pernyataan bersama setelah mosinya diveto oleh Italia. Namun demikian, banyak negara Eropa secara individual menyuarakan dukungan mereka pada Guaido.

Rusia, China, Meksiko, merupakan beberapa negara yang menyuarakan dukungan untuk Maduro sebagai pemimpin yang terpilih secara konstitusional. Maduro sendiri menuduh Washington mengatur upaya kudeta dengan bantuan Guaido.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...