Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Tim DVI Polri Identifikasi 7 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air Besok

Detik.comKantong jenazah korban Sriwijaya Air SJ182
A A A

JAKARTA- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 7 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182. Mulai Senin besok Tim DIV akan memulai proses identifikasi.

"Mulai besok tim DVI identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah yang 7 tadi yang telah kami terima dan simpan pada tempat yang telah dipersiapkan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021).

Terkait Sriwijaya Air SJ182 Per Sore Ini
Rusdi mengatakan ada 306 personel yang bekerja di tim DVI. Tim tersebut terdiri dari beberapa unsur.

"Di RS Polri ini telah bekerja tim DVI sebanyak 306 personel. Ada dari Polri, dari TNI, Kemkes, dari Ikatan Dokter Ahli Forensik Indonesia bekerja bersama untuk identifikasi terhadap jenazah korban daripada kecelakaan pesawat tersebut," jelasnya.

Rusdi mengatakan RS Polri telah menerima 21 sampel DNA keluarga korban. Selain identifikasi jenazah, tim DVI juga akan hal-hal lain yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pontianak itu.

"Dapat kami informasikan sampai saat ini tim telah menerima sampel DNA sebanyak 21 sampel. Kemudian kantong jenazah sebanyak 7 kantong jenazah. Mulai besok tim akan melakukan tugas melakukan identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut," kata dia.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tim evakuasi telah menemukan titik yang diduga menjadi posisi black box pesawat. Black box Sriwijaya Air SJ182 ini sudah diberi marking.

"Teman-teman dari TNI dan Basarnas, termasuk stakeholder TNI dan Polri juga, saat ini terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari," kata Marsekal Hadi dalam konferensi pers di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

"Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box tersebut terus bisa dipantau dan sekarang sudah kita beri marking," imbuh Panglima TNI.

Sumber:Detik.com
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...