Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

TikTok Ajak Guru di Indonesia Bikin Konten Edukasi yang Menarik

APTikTok Ajak Guru di Indonesia Bikin Konten Edukasi yang Menarik
A A A

JAKARTA - Mengikuti keharusan belajar dari rumah selama pandemi COVID-19, TikTok mengajak guru-guru di Indonesia untuk lebih kreatif saat memberikan konten edukasi secara online di platform digital.

Head of User and Content Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra mengatakan untuk inisiatif kali ini TikTok menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI).

Angga mengatakan kolaborasi ini didasari oleh populernya konten edukasi di TikTok, baik secara global maupun lebih spesifik di Indonesia. Hal ini terlihat dari ramainya tagar #samasambelajar di TikTok.

"Hari ini kalau misalnya dicek tagar #samasamabelajar itu sudah ditonton lebih dari 38 miliar views. Jadi ini bukan tren yang sesaat, bahkan sudah jadi top 2 kontennya," kata Angga dalam media briefing virtual, Selasa (24/11/2020).

Angga mengatakan popularitas konten edukasi di TikTok dipengaruhi beberapa hal. Menurutnya medium audio visual yang digunakan kreator untuk membuat konten edukasi membuat pengguna Tiktok lebih mudah menangkap materi yang diberikan.

Selain itu, rentang perhatian generasi Z yang terbilang pendek menjadikan konten berdurasi pendek seperti di TikTok sesuai dengan keinginan mereka.

Lewat kolaborasi dengan IGI dan JSDI, platform video pendek ini akan memberikan workshop kepada 1.000 guru di 10 kota besar di Indonesia. Workshop dalam bentuk webinar ini akan berisi pengenalan tentang TikTok, kreasi konten, keamanan digital, dan pemanfaatan platform untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

"Semua orang bisa jadi kreator termasuk guru. Apalagi guru juga tahu apa yang mau disampaikan, sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan mediumnya," jelas Angga.

Ketua Umum IGI dan JSDI Muhammad Ramli Rahim mengatakan ia tidak mengira bisa bekerjasama dengan TikTok karena selama ini ia mengira platform ini hanya berisi video joget-joget.

"Di luar perkiraan kami, TikTok ini ternyata berbeda dari apa yang kami pikirkan. Bahkan kami tidak berpikir suatu ketika akan kerjasama dengan TikTok," kata Ramli dalam kesempatan yang sama.

"Konten digital edukasi memang jadi fokus IGI apalagi JSDI, karena selama ini begitu sulitnya kami dari IGI mengupayakan segala cara agar guru-buru bisa lebih kreatif menjalankan proses pembelajaran," pungkasnya.

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...