Lowongan CPNS 2018

Tidak Lebih dari 220.000 Formasi

FOTO | ISTIMEWAMenteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi | Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si
A A A
Tahun 2017-2018 jumlah PNS lebih kurang 220.000, kita menerapkan sistem minus growth. Yang pensiun 200.000 lebih tentu yang kita terima tidak boleh dari 200.000. Harus di bawahnya 200.000,

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) berencana akan membuka kembali seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2018. Adapun nantinya, lowongan ini meliputi Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, dalam pembukaan lowongan CPNS 2018 nantinya akan dilihat berdasarkan beban kerja dari masing-masing Kementerian dan Lembaga. Maksudnya adalah, penerimaan ASN baru ini nantinya akan dilihat dan disesuaikan dari jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pensiun.

“Dengan penggantian ini kita harapkan terjadi lagi ASN yang baru yang punya kualitas lagi dengan sistem rekrutmen yang secara baik menjadikan ASN bermutu” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Menurut Asman, jumlah pegawai yang pensiun pada periode 2017-2018 kurang lebih sebanyak 220.000. Artinya dalam pembukaan CPNS 2018 tidak akan melebihi jumlah pegawai yang pensiun.

“Tahun 2017-2018 jumlah PNS lebih kurang 220.000, kita menerapkan sistem minus growth. Yang pensiun 200.000 lebih tentu yang kita terima tidak boleh dari 200.000. Harus di bawahnya 200.000,” jelasnya.

Menurut Asman, saat ini dirinya sudah menerima pengajuan pegawai dari Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah. Sehingga saat ini dirinya tinggal memutuskan apakah kebutuhan pegawai yang diajukan oleh instansi.

“Pengajuan sudah, tinggal kita putuskan. Jadi masing-masing KL mengajukan melalui e-formasi direct langsung melalui sistem elektronik, di samping KL pemda juga mengajukan,” ucapnya.

Akan tetapi dirinya harus memperhitungkan terlebih dahulu sebelum keputusan jumlah formasi yang dibutuhkan untuk CPNS 2018. Dengan cara mengecek langsung ke lapangan kebutuhan dari pegawai lembaga tersebut.

Khusus pemerintah daerah, dirinya juga akan mempertimbangkan mengenai belanja pegawai dari daerah tersebut. Jika belanja pegawai dari daerah tersebut di atas 50% maka dirinya akan menunda pemberian tenaga ASN baru pada tahun ini.

Baca Juga: Orientasi CPNS Kemenkumham, Kepala BKN: Pengangkatan Jadi PNS Maksimal 1 Tahun

“Tentu banyak pertimbangan pertama jumlah pensiun di daerah berapa orang, kemudian belanja pegawainya. Belanja pegawainya enggak boleh lebih 50%. Sekarang masih banyak daerah yang belanja pegawainya di atas 50%. Kalau di atas 50% kita enggak beri dulu penambahan pegawai,” jelasnya.

Sementara itu, ditemui di tempat yang berbeda Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengaku saat ini pihaknya bersama dengan Kemenpan-RB tengah dalam tahap penghitungan ulang jumlah formasi yang benar-benar dibutuhkan dari hasil pengajuan. Namun dirinya memastikan jika pembukaan CPNS 2018 sudah mulai bisa dibuka pada bulan Mei 2018.

“Sudah banyak yang mengajukan. Kalau sesuai dengan aturan memang bulan Mei (dibuka CPNS 2018),” jelasnya.

Tentu banyak pertimbangan pertama jumlah pensiun di daerah berapa orang, kemudian belanja pegawainya. Belanja pegawainya enggak boleh lebih 50%. Sekarang masih banyak daerah yang belanja pegawainya di atas 50%. Kalau di atas 50% kita enggak beri dulu penambahan pegawai,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...