Debat Kandidat

Tidak Ada Fatwa yang Melarang Perempuan Jadi Pemimpin

DSC_0034
A A A

BANDA ACEH - Calon wakil walikota Banda Aceh Farid Nyak Umar mengajak semua pihak, terutama kandidat dan tim sukses untuk memanfaatkan sisa masa waktu kampanye dengan melakukan kampanye sehat serta menghindari fitnah.

Ajakan itu disampaikan Pasangan nomor urut satu itu saat menyampaikan closing statemen debat kandidat calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh periode 2017-2022, Selasa (2401) malam.

Farid meminta agar tidak ada pihak yang berupaya menjadi hakim baru dengan mengeluarkan Fatwa haram memilih perempuan, padahal pihak yang berwenang mengeluarkan fatwa yaitu Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tidak pernah mengeluarkan fatwa demikian.

Bahkan kata Farid, dalam sebuah tausiahnya, MPU Aceh mengajak masyarakat memilih pemimpin yang adil, jujur dan amanah, sama sekali tidak disebutkan harus laki-laki dan haram perempuan.

“Bahkan dalam tausiah MPU Aceh disebutkan, pilihlah pemimpin yang adil jujur dan amanah dan tidak disebutkan harus laki-laki atau perempuan, tapi yang komitmen jalankan syaraiat Islam,”tambah Farid.

Sementara itu Calon walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal pada closing statemen mengajak warga kota Banda Aceh untuk meluruskan niat dan membulatkan tekat untuk berjuang melanjutkan perjuangan Rasulullah Saw.

“Mari kita lanjutkan perjuangan Rasulullah saw, kita membangun peradaban yaitu melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. Kami mengajak semua kita untuk bersatu padu, kita boleh berbeda tapi pilihannya tetap nomor satu,”tambahnya.

Pada kesempatan itu calon walikota, Illiza menambahkan apa yang sudah dibangun pihaknya selama ini akan terus ditingkatkan lagi, seperti meningkatkan kapasitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas perempuan serta perhatian terhadap kelompok disabilitas.

“Allah akan meridhai perjuangan ini jika benar-benar kita meluruskan niat tersebut. Dan dengan segala kerendahan hati bersama Farid Nyak Umar untuk mewaqafkan diri menjadi khadimul ummah melayani warga kota Banda Aceh,”lanjutnya.

Illiza juga memaparkan sejumlah pencapaian selama memimpin kota Banda Aceh, seperi IPM Banda Aceh yang merupakan terbaik kedua di Indonesia, kemudian Musrena kota Banda Aceh telah mendapatkan apreasiasi ditingkat nasional dan Internasional.

Selain itu juga ada pendidikan diniyah untuk membentengi generasi Banda Aceh dari pendangkalan akidah, selanjutnya kunjungan wisman terus meningkat ke Banda Aceh.

Selanjutnya Illiza-Farid juga menawarkan program unggulan seperti, menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, pendidikan gratis tanpa pungutan, raskin tanpa biaya apapun, kunjungan dokter spesialis kepada fakir uzur dan lansia, job fair secara berkala, mendirikan koperasi berbasis komunitas, membangun pusat kreatifitas anak muda dan beasiswa bagi atlet berprestasi.

Fotografer: AK Jailani
Sumber: Rel
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...