Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala yang baru saja dilantik pada akhir Desember tahun lalu sebagai orang nomor wahid dibidang administasi, ternyata sosok lulusan S3 ini memiliki karakter maupun cara ampuh tersendiri untuk menghindari konfirmasi dengan wartawan, Sabtu (23/01/2021). Sikap orang nomor tiga di jajaran pemerintahan Aceh Utara, terkesan seakan-akan tidak paham terhadap fungsi dan tugas seorang wartawan, Seharusnya seorang Sekda harus koperatif dengan wartawan sesuai fungsinya yang diatur seusai dalam undang undang nomor 40 tahun 1999.

Ternyata Sudah Empat Warga Samar Kilang Melahirkan di Jalan

ISTIMEWAWarga Samar Kilang melahirkan di tengah jalan
A A A

BENER MERIAH - Peristiwa melahirkan di tengah jalan bukan saja dialami Nurjanah warga Samar Kilang, namun ternyata selain Nurjanah, ada beberapa warga Samar Kilang lainnya yang mengalami peristiwa yang sama.

Jauhnya akses dari Samar Kilang menuju RSUD Munyang Kute Redelong mungkin menjadi salah satu faktor terjadinya peristiwa tersebut, faktor lainya akses jalan dari kecamatan paling ujung Bener Meriah itu juga sangat memperihatinkan.

"Seingat saya, sudah empat orang warga Samar Kilang melahirkan ditengah jalan saat dirujuk dari Puskesmas Samar Kilang ke RSUD Munyang Kute redelong," kata Sumarni, salah satu warga disana saat dikonfirmasi acehimage.com, Jumat (30/10/2020).

Sumarni menyampaikan dari empat warga itu, dua orang diantaranya ikut dibantu proses melahirkan oleh ibunya (Siti Maneh) saat proses persalian di tengah jalan. Ibunya, kata Sumarni merupakan bidan tradisional.

Dikatakanya lagi, bahkan satu diantaranya adalah merupakan adiknya, yang melahirkan di tengah hutan saat perjalanan ke RSUD Munyang Kute.

“Waktu itu, adik saya melahirkan sekira pukul 04.00 wib dini hari di tengah hutan yang kebetulan saya dan mamak mendampingi saat dirujuk dan juga di dampingi Bidan. Karena kondisinya sudah darurat maka mamak saya bersama bidan itu membatu proses melahirkan terhadap adik saya tersebut," tutur Sumarni.

“Kebetulan mamak saya punya pengalaman dan sedikit kemampuan untuk membantu orang melahirkan, sehingga dia bersama Bidan berkolaborasi membantu proses persalinan adik saya," katanya.

Begitu juga terhadap Nurjanah, warga Samar Kilang yang melahirkan ditengah jalan pada pagi kemarin. Ibunya dan Bidan Desa Kampung Rusip berkolaborasi membatu persalinannya.

“Alhamdulilah, Nurjanah dan bayinya selamat meski sebelumnya saya menduga bayi itu tidak selamat karena saat dilahirkan posisinya sudah membiru dan tidak mengeluarkan tangisan selama setengah jam," ungkap Sumarni.

Sumarni menceritakan, sebelumnya ia bersama mamaknya Siti Maneh sedang berjalan kekebunnya didaerah Keken dekat Puncuk Nuning wilayah Syiah Utama, lalu mobil Ambulance lewat namun tak berselang lama datang orang dengan mengendarai sepeda motor berteriak minta tolong.

"Saya sudah berpikir pasti sesuatu terjadi terhadap orang yang dibawa ambulance tadi, lantas kami bergegas menuju tempat yang berjarak sekira 300 – 400 meter dari kebun kami,"beber Sumarni.

Sesampainya di Ambulance itu, kemudian ibunya dibantu oleh keluarga Nurjanah sembari menunggu bidan Desa dari Kampung Rusip mencoba mengatasinya.

Sekira hampir satu jam membantu Nurjanah, kemudian datang Bidan Desa Rusip setalah itu secara bekerjasama membantu persalinan Nurjanah. Beruntung Nurjanah dan bayi laki-lakinya selamat.

"Setelah mamak saya dan bidan itu membereskan semua, Nurjanah bersama bayinya di bawa pulang keluarganya dengan mengunakan Ambulan ke Samar Kilang," sebut Sumarni.

Sumarni berharap, peristiwa itu jangan lagi dialami warga Samar Kilang lainya, untuk itu ia berharap kepada pemerintah agar memperbaiki akses jalan Samar Kilang itu.

Alumni Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Medan itu menyebutkan, jarak tempuh dari Samar Kilang ke Pondok Baru diperkirakan mencapai 58-65 kilo meter yang memakan waktu samapi 3-4 jam kalau di musim kemarau.

Namun kalau dimusim penghujan, untuk sampai ke Pondok Baru Kecamatan Bandar bisa memakan waktu setengah hari jika mengunakan kendaraan roda dua, tetapi kalau mengunakan kendaraan roda empat memakan waktu 24 jam.

"Sebab kalau tidak berhati-hati mobil tersebut bisa terjebak di dalam lumpur dan akan lengket. Oleh karena itu, kami sebagai masyarakat Samar Kilang mememinta jalan kami ini dapat perhatian dari pemerintah,"pintanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...