Konsumsi Lebih Protein Hewani

Ternyata Disarankan bagi Penderita Gagal Ginjal

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A
Maka dari itu, sangat penting bagi para penderita gagal ginjal untuk banyak mengonsumsi sumber makanan yang mengandung protein. Bahkan, jumlah yang dikonsumsi lebih tinggi daripada orang normal,

HARAPAN hidup penderita gagal ginjal masih tinggi. Jangan pernah percaya dengan pernyataan penderita gagal ginjal tidak bisa melakukan hal normal lagi, seperti beraktivitas atau bahkan bepergian jauh.

Nyatanya, semua itu bisa dipatahkan asalkan penderita bisa mengatur pola hidupnya menjadi lebih baik. Mulai dari disiplin dengan pengobatannya, mengatur kemampuan dan kekuatan tubuh, sampai mengatur pola makan.

Nah, pola makan ternyata cukup memengaruhi kesehatan para penderita gagal ginjal. Dijelaskan Ahli Gizi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat dr. Ety Mariatul Qiptiah, Sp.GK, M.Gizi para penderita gagal ginjal banyak yang mengalami anorexia atau kesulitan mengonsumsi suatu makanan.

Hal tersebut terjadi karena mereka harus mengatur dengan sangat baik apa saja makanan yang boleh dan tidak untuk dikonsumsi. Selain itu, waktu dan jenis makanannya pun tidak boleh sembarang. Rasa pahit pada lidah juga banyak dialami penderita gagal ginjal.

“Maka dari itu, sangat penting bagi para penderita gagal ginjal untuk banyak mengonsumsi sumber makanan yang mengandung protein. Bahkan, jumlah yang dikonsumsi lebih tinggi daripada orang normal," tuturnya pada Okezone di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (5/11/2017).

Tapi, meski proteinnya harus tinggi, karbohidratnya tetap harus 50-60 persen dari asupan harian tubuh.

Setelah itu, yang harus dipahami berikutnya adalah para penderita gagal ginjal disarankan untuk mengonsumsi sumber protein hewani dibandingkan nabati.

"Itu karena kandungan gizi dari hewani lebih bisa mencukupi jumlah asupan total penderita dan kandungannya dipercaya lebih baik," ucapnya.

Makanya, sambung dr. Ety, penderita gagal ginjal disarankan untuk banyak mengonsumsi daging utuh yang baik. Pengolahan yang tepat dan pemilihan daging yang benar akan menjaga kadar kolesterol tubuh pasien tetap netral. "Jangan digoreng atau mengonsumsi jeroan atau kulit,"

Nah, bicara mengenai sumber protein yang di dalamnya termasuk asam amino rantai cabang (AARC) yang baik, dr. Ety menyarankan untuk mengonsumsi susu, telur utuh, putih telur, ayam, sapi, salmon, makarel, tuna, tempe, tahu, dan nasi. Dari kesemua itu, yang paling mengandung banyak AARC-nya adalah makarel.

"Variasi makanan juga sangat diperbolehkan untuk menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh. Tak hanya itu, makanan yang tepat juga mampu meminimalisir kondisi yang bisa memperburuk ginjal," pungkasnya.

Variasi makanan juga sangat diperbolehkan untuk menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh. Tak hanya itu, makanan yang tepat juga mampu meminimalisir kondisi yang bisa memperburuk ginjal,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...