Jangan Abaikan Gangguan Tenggorokan,

Ternyata Berujung Difteri

FOTO | ISTIMEWAJangan abaikan sakit tenggorokkan
A A A

Kalau ada gangguan pada tenggorok juga suara serak dan gangguan menelan, segera ke dokter. Apalagi disertai demam tidak tinggi,

dr. Nina Dwi Putri, SpA(K) Spesialis Anak

SALAH satu cara mudah mengenali penyakit difteri dengan cepat yakni pasien mengalami demam disertai rasa sakit tak nyaman di tenggorokan. Tahukah Anda, itu menjadi salah satu pertanda difteri yang jangan diabaikan.

Bila ada gangguan tenggorokan dan suara serak yang tak biasa, sebaiknya waspada gejala difteri. Ini sangat khas dan lebih wajib diperhatikan dengan segera.

Jika cepat konsultasi dengan dokter, penyakit difteri mudah diobati. Kalau tidak, Anda mudah mengalami komplikasi yang berujung meninggal dunia.

Spesialis Anak dr Nina Dwi Putri SpA(K) mengatakan, jika pasien, terutama anak-anak mengeluh sakit tenggorokan dan demam, wajib deteksi difteri. Pergi ke dokter segera supaya lebih mudah didiagnosa.

"Kalau ada gangguan pada tenggorok juga suara serak dan gangguan menelan, segera ke dokter. Apalagi disertai demam tidak tinggi," katanya saat ditemui di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat 29 Desember 2017.

Dokter Nina menambahkan, jika ada gejala seperti itu langsung lihat di kaca. Apakah di tenggorok ada selaput putih keabu-abuan yang sangat mengganggu. Kalau memang tampak, segera periksa rumah sakit.

Selanjutnya, kalau ada pembengkakan di leher, maka hati-hati bisa jadi positif gejala difteri. Selaput tersebut lengket sulit dilepaskan, jadi berbahaya.

Kalau berlanjut bisa menghambat cara bernapas atau tidur ngorok. Jika pasien ketahuan positif idap penyakit ini maka bisa segera diberi pengobatan sesuai tatalaksananya.

"Pasien diberikan obat anti difteri serum untuk mengikat racun. Lalu pemberian antibiotik dan memonitor apakah ada komplikasi. Setelahnya, dilengkapi vaksinasi," ujarnya.

Perlu diingat, penyakit difteri tidak sama seperti Mers COV, SARS atau ebola. Karena difteri penularan melalui percikan air liur saja.

"Difteri bentuk kuman besar tidak bisa menyebar merata lewat udara. Tapi akan menular jika kontak dekat paling tidak 1,5 meter. Misal pasien batuk atau bersin, pasti orang di sekitar mudah tertular," bebernya.

Pasien diberikan obat anti difteri serum untuk mengikat racun. Lalu pemberian antibiotik dan memonitor apakah ada komplikasi. Setelahnya, dilengkapi vaksinasi,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...