DPRK Banda Aceh

Terima LKPJ Walikota

DSC_0038
A A A

Hasilnya di tahun 2016, Banda Aceh berhasil terus meningkatkan PAD hingga mencapai target sebesar 110,5% atau sebesar lebih dari 258 Milyar rupiah. Hal ini merupakan hasil dari tindakan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di Kota Banda Aceh,

Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, SE Walikota Banda Aceh

BANDA ACEH - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE menyerahkan laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Banda Aceh tahun anggaran 2016 ke DPRK setempat, Jum’at (2/6/2017).

Penyarahan berlangsung pada sidang paripurna istimewa DPRK Banda Aceh yang dipimpin Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah SIkom MM dan turut dihadiri wakil walikota Banda Aceh Drs Zainal Arifin serta Sekda Kota Banda Aceh Bahagia.

Dalam paparannya Walikota menyebutkan, kepala daerah mempunyai kewajiban untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada masyarakat melalui DPR, sebagai lembaga perwakilan dan representasi rakyat di daerah. Laporan tersebut berisi informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran.

“Laporan ini merupakan bagian penting dari proses kegiatan pembangunan yang memberikan gambaran akan berbagai aktivitas yang dilakukan atas segala kebijakan yang ditentukan di Kota Banda Aceh pada tahun 2016,”ujar Illiza.

Illiza menambahkan Tujuan dari penyerahan LKPJ tersebut adalah untuk memenuhi tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab serta mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik.

Lebih lanjut Illiza memaparkan, target-target tahun 2016 lalu sebagian besar telah tercapai, hal itu terlihat dari semakin baiknya penerapan dan pemahaman masyarakat tentang Syariat Islam, meningkatnya aktivitas keagamaan baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, perkantoran, maupun ruang publik lainnya.

Selain itu menurutnya, Banda Aceh juga berhasil menerapkan program reformasi birokrasi dan meningkatan tata kelola pemerintahannya melalui berbagai efisiensi dan peningkatan kinerja dan inovasi pegawai dan SKPD.

Selanjutnya, pendapatan asli daerah, terlepas dari berbagai permasalahan sumber pendapatan daerah di Kota Banda Aceh yang terbatas, berbagai alternatif upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan.

“Hasilnya di tahun 2016, Banda Aceh berhasil terus meningkatkan PAD hingga mencapai target sebesar 110,5% atau sebesar lebih dari 258 Milyar rupiah. Hal ini merupakan hasil dari tindakan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di Kota Banda Aceh,” ungkap Illiza.

Ia juga mengakui banyak tantangan dan hambatan yang dilalui pada tahun sebelumnya, namun berkat dukungan dan kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif serta seluruh pihak yang mendukung lainnya, Banda Aceh berhasil menyelesaikan tantangan tersebut.

“Keberhasilan dan kesuksesan kita ini menjadi lebih berharga berkat segala cobaan dan tantangan tersebut. Kita menjadi lebih kuat, lebih inovatif, dan lebih kreatif karena berbagai kekurangan yang kita hadapi,”lanjutnya.

Sementara itu ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah menyebutkan salah satu fungsi pokok dari penyerahan LKPJ tersebut adalah dalam rangka untuk menciptakan Checks and Balance penyelenggaraan pemeritahan daerah, khususnya antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan piak DPRK Banda Aceh.

“Disamping juga sebagai bentuk kemitraan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sekaligus menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama tahun anggaran 2016,”ujarnya.

Penulis:Iqbal
Editor:AK Jailani
Fotografer:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...