Bupati Kukar,

Terima Fee Proyek dari Sejumlah Kontraktor

FOTO | ANTARABupati Kutai Kartanegara (nonaktif) Rita Widyasari
A A A
Penyidik mendalami informasi dugaan pemberian (kepada Rita) dari sejumlah kontraktor,

JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara (nonaktif) Rita Widyasari diduga menerima aliran dana dari sejumlah kontraktor yang menggarap proyek-proyek di wilayahnya. Dugaan tersebut saat ini sedang didalami tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rita telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap, kasus dugaan gratifikasi dan kasus dugaan pencucian uang dari suap dan gratifikasi yang diterimanya selama menjabat sebagai bupati.

"Penyidik mendalami informasi dugaan pemberian (kepada Rita) dari sejumlah kontraktor," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/1).

Untuk mendalami hal tersebut, tim penyidik menjadwalkan memeriksa sejumlah petinggi perusahaan kontraktor. Namun, hanya empat petinggi perusahaan yang memenuhi panggilan penyidik. Keempat orang saksi itu, yakni pengurus PT Aset Prima Tama, Agus; pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri, Budi; pengurus PT Wijaya Karya cabang Samarinda, Bambang; dan pengurus PT Budi Bakti Prima, Budi.

"Penyidik masih mendalami terkait penerimaan dan kepemilikan aset tersangka RIW," kata Febri.

Sementara itu, lima saksi lainnya, yaitu pengurus PT Gunakarya Nusantara, Salim; pengurus PT Taman Sari Abadi, Wondo; pengurus PT Yasa Patria Perkasa, Ipung; dan pengurus PT Karyatama Nagasari, Yakob, mangkir dalam pemeriksaan hari ini.

"Sedangkan saksi Bambang Mustaqim General Manager PT Hutama Karya, pemeriksaannya dijadwalkan ulang Jumat (26/1)," jelasnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Rita bersama Khairudin, Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) yang juga pentolan Tim 11 sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Keduanya diduga telah menerima Rp 436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.

Ratusan miliar itu kemudian dicuci atau disamarkan keduanya, dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain.

Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik telah menyita sejumlah aset dan barang mewah Rita yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Beberapa barang mewah itu, di antaranya, 36 tas. Puluhan tas itu terdiri dari berbagai merek terkenal seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine, dan lainnya.

Selain itu, tim penyidik juga telah menyita 19 pasang sepatu mewah milik Rita yang terdiri dari berbagai merek seperti Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan lainnya. Tak hanya tas dan sepatu, tim penyidik juga telah menyita sejumlah perhiasan mewah milik Rita. Terdapat sekitar 103 perhiasan emas dan berlian berupa kalung, gelang dan cincin, 32 buah jam tangan berbagai merek seperti Gucci, Tissot, Rolex, Richard Mille, Dior, dan lainnya.

Tak hanya barang-barang bermerek ini, tim penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik Rita lainnya. Aset tersebut berupa tiga mobil mewah yang terdiri dari satu unit Toyota Vellfire, satu unit Ford Everest dan satu unit land Cruiser. Bahkan, tim penyidik menyita dua unit apartemen milik Rita di Balikpapan.

Selain kasus pencucian uang, Rita dan Khairuddin juga menyandang status tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Tak hanya itu, Rita juga berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap. Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. Abun juga telah berstatus tersangka dalam kasus ini.

Dalam pengusutan kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang, tim penyidik telah memeriksa sekitar 90 saksi. Para saksi itu berasal dari berbagai unsur.

"Hingga hari ini sekitar 90 orang saksi telah diperiksa untuk tersangka RIW atas sangkaan penerimaan gratifikasi dan TPPU," kata Febri.

Hingga hari ini sekitar 90 orang saksi telah diperiksa untuk tersangka RIW atas sangkaan penerimaan gratifikasi dan TPPU,
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...