Kasus Berlanjut,

Taylor Swift Siap Beri Kesaksian Soal Pelecehan Seksual

FOTO | ISTIMEWATaylor Swift
A A A

DENVER – Kasus pelecehan seksual yang menimpa Taylor Swift yang dilakukan seorang mantan penyiar radio kembali bergulir. Hal ini bermula dari kejadian foto-foto di belakang panggung empat tahun lalu saat konser di Denver.

Tim kuasa hukum bintang musik pop Taylor Swift dan mantan penyiar radio yang dituduh telah melecehkannya tengah bersiap menghadapi persidangan lanjutan, dan mulai memilih juri dalam sidang gugatan hukum sejak Senin 7 Agustus 2017.

Seperti dilansir VOA Indonesia, Selasa (8/8/2017), pembawa acara radio David Mueller menggugat penyanyi dan penulis lagu terkenal Taylor Swift, dengan mengatakan ia telah salah tuduh dan seharusnya ia memanggil polisi bukan atasan Mueller yang kemudian memecatnya setelah Juni 2013. Ia menuntut ganti rugi hingga 3 juta Dolar AS.

Swift menggugat balik dengan mengklaim terjadinya serangan seksual dan menuntut ke pengadilan sipil dimana ia diperkirakan akan memberikan kesaksian.

Pernyataan pembukaan akan dimulai pada hari ini, Selasa (8/8/2017), dalam sidang yang diperkirakan berlangsung selama dua pekan. Dokumen-dokumen pengadilan menunjukkan hampir tidak mungkin kedua pihak akan menyelesaikan kasus itu tanpa campur tangan hukum.

Sementara itu, Swift menuntut ganti rugi sebesar satu juta Dolar AS dan meminta pertanggungjawaban Mueller. Pelantun Shake it Off itu menjadikan kasusnya sebagai contoh bagi perempuan lain yang mungkin menghadapi tindakan memalukan semacam itu di depan publik.

Mueller juga diperkirakan akan memberikan kesaksian bersama dengan mantan pimpinan Mueller dan tim kuasa hukum Swift.

Melirik dari kronologi kasusnya, Mueller ketika insiden itu terjadi sudah berusia 51 tahun, merupakan seorang penyiar radio musik country yang ditugaskan menghadiri konser Taylor Swift di Pepsi Center di Denver. Ia ketika itu sedang berada di belakang panggung bersama pacarnya saat keduanya bertemu dengan Swift, yang masih berusia 23 tahun, dan berada dalam rombongannya. Mereka kemudian foto-foto dan pergi meninggalkan tempat itu.

Beberapa pengawal pribadi Swift kemudian menemui David Mueller dan menuduhnya telah meraba-raba pantat penyanyi terkenal itu.

Mueller membantah tuduhan itu dan meminta mereka memanggil polisi. Mueller dan pacarnya dikawal keluar dari arena itu dan anggota tim Swift memanggil atasan Mueller.

Sejak peristiwa tersebut, Swift tidak pernah melapor kepada kepolisian. Ia mencoba mengatasi insiden itu secara sembunyi-sembunyi dan rahasia, dan kecewa dengan klaim Mueller bahwa Swift mungkin mengambil keuntungan dengan merekayasa kisah ini,” kata kuasa hukum Swift, Douglas Baldridge.

Sementara Kuasa hukum Mueller, Gabriel McFarland, mengatakan bahwa Swift mungkin salah mengidentifikasi Mueller setelah sebelumnya diraba-raba oleh orang lain. Ibu Taylor Swift dan seorang anggota rombongannya juga membela gugatan hukum yang diajukan terhadap David Mueller.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Infotainment

Komentar

Loading...