GAPURA Desak Kejati Aceh

Tangkap Bupati Gayo Lues

FOTO | beritakini.coUnjukrasa
A A A
Kami juga mempertanyakan kebijakan Kejati Aceh yang hingga kini belum mengusut tuntas kasus tersebut. Padahal, mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky yang sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor empat tahun penjara dan denda Rp 300 juta, begitu juga dengan Martin Desky (saat itu sebagai sekda). Tapi kenapa yang lain belum ditindak,

BANDA ACEH - Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Raya (GAPURA) Gayo menggelar aksi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (23/3/2017). Mereka mendesak agar kejaksaan menangkap dan mengadili Bupati Gayo Lues Ibnu Hasyim.

Koordinator Aksi Ramadhan WR mengatakan, Ibnu Hasyim ditenggarai ikut terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi APBD Aceh Tenggra saat masih menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara pada 2004-2006 lalu.

“Kami juga mempertanyakan kebijakan Kejati Aceh yang hingga kini belum mengusut tuntas kasus tersebut. Padahal, mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky yang sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor empat tahun penjara dan denda Rp 300 juta, begitu juga dengan Martin Desky (saat itu sebagai sekda). Tapi kenapa yang lain belum ditindak,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam Perkara 19/PID.B/TPK/2009/PN JKT-PST, pada 9-12-2009, secara jelas disebutkan bahwa majelis hakim berpendapat Armen Desky tidak sendiri dalam melakukan perbuatan melawan hukum aquo, melainkan bersama-sama dengan Martin Desky, Kabag Keuangan, beserta jajarannya.

“Tetapi masalahnya cuma Armen Desky dan Martin Desky yang dipenjara, padahal dilakukan bersama-sama dengan Ibnu Hasyim dan yang Iainnya. Hal ini menjadi tanda tanya di tengah masyarakat. Ada apa antara mereka dengan Kajati Aceh?” katanya.

Karena itu, kata Ramadhan, tidak ada alasan bagi Kajati Aceh untuk tidak menindaklanjuti putusan pengadilan Tipikor tersebut. Hal itu adalah perintah hukum dan harus ditaati, jangan sampai Kejati melakukan tebang pilih dan hanya menghukum satu orang saja, padahal pelakunya banyak.

"Hal ini jelas tidak adil. Kalau tidak mempu menindaklanjuti putusan pengadilan itu, mending Kepala Kejati Aceh mundur saja dari jabatannya,” katanya.

Lantas mengapa baru saat ini melakukan aksi? Ramadhan WR karena pihaknya mempertimbangkan agar roda Pemereintahan Gayo Lues tidak terganggu. “Sementara saat ini kan sudah diakhir masa jabatan makanya kami meminta Kejati Aceh untuk mengadili Ibnu Hasyim,” katanya.

Aksi tersebut diterima oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Aceh Amir Hamzah yang meminta beberapa perwakilan masuk menemuinya di ruang kerja.

Kapada para perwakilan tersebut Amir mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti desakan GAPURA tersebut. Namun, sebagai penegak hukum pihaknya membutuhkan bukti yang kuat.

Kode:47
Sumber:beritakini.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...