Kedengarannya Sepele,

Tak Disangka Lakukan Kebiasaan Ini Setiap Hari Bikin Tubuh Langsing

FOTO | GreensuperfoodIlustrasi
A A A
Penelitian ini berkontribusi terhadap bukti yang sebelumnya telah ada. Lamanya waktu tidur dan kapan waktu tidur berpengaruh terhadap pengembangan risiko obesitas. Ada baiknya durasi tidur yang cukup dan penentuan waktu tidur dimulai sejak anak-anak agar saat dewasa faktor obesitasnya menjadi lebih rendah,

TIDAK semua orang bisa melewati program diet dengan mulus. Sebab, ketika diet seseorang dituntut untuk menghindari makanan yang disukainya dan lebih banyak bergerak atau berolahraga.

Bagi beberapa orang, kedua hal tersebut tidak mudah lakukan. Maka tak heran banyak orang memiliki strategi tersendiri untuk menghadapi tantangan dan godaan saat diet.

Baru-baru ini, sebuah penelitian mengungkapkan hal yang bisa dilakukan oleh pelaku diet agar berat badannya lebih mudah untuk turun. Menurut seorang ahli gizi, mengunyah makanan yang dikonsumsi berdampak pada lingkar pinggang seseorang.

Semakin banyak makanan dikunyah, makanan semakin lebih mudah dicerna karena banyaknya air liur yang tercampur. Dengan begitu, makanan tidak menumpuk menjadi lemak melainkan langsung disiapkan sebagai energi.

Manfaat lain dari air liur adalah membantu menetralkan email gigi. Hal itu berfungsi untuk mencegah kerusakan gigi. Secara tidak langsung, mengunyah makanan lebih sering membuat gigi lebih sehat dan kuat.

Jadi, apabila Anda ingin merasakan dua manfaat sekaligus, cobalah mengunyah makanan lebih sering. Bahkan Samantha Cameron mengunyah makanan hingga 50 kali supaya tubuhnya tetap langsing.

Selain itu, peneliti juga mengungkapkan bahwa mengatur jam tidur bisa berpengaruh terhadap berat badan seseorang. Apabila seseorang tidur kurang dari enam jam sehari, maka risiko obesitas akan semakin besar.

Selain itu, orang yang kurang tidur lebih sulit untuk menurunkan berat badannya. Hal itu juga berlaku bagi orang yang tidur telat. Walaupun waktu tidur mereka cukup, mereka tetap memiliki risiko yang sama seperti orang yang waktu tidurnya kurang.

Penelitian menemukan fakta bahwa durasi tidur berkaitan dengan jumlah lemak di tubuh. Mereka yang waktu tidurnya cukup memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah.

“Penelitian ini berkontribusi terhadap bukti yang sebelumnya telah ada. Lamanya waktu tidur dan kapan waktu tidur berpengaruh terhadap pengembangan risiko obesitas. Ada baiknya durasi tidur yang cukup dan penentuan waktu tidur dimulai sejak anak-anak agar saat dewasa faktor obesitasnya menjadi lebih rendah,” tutur Profesor Peymane Adab seperti yang dikutip dari Express, Rabu (20/9/2017).

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...