BPS Aceh Tenggara

Tak Bisa Hitung Pendapatan Pariwisata

FOTO | ISTIMEWALogo BPS
A A A

ACEH TENGGARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mengaku, tidak dapat menghitung pendapatan dari sektor pariwisata di daerah setempat setiap tahun.

"Tidak bisa kita hitung berapa besar dari sektor pariwisata untuk daerah ini, karena tidak terdaftar secara resmi. Tapi kalau di tingkat provinsi, itu ada," kata Kepala BPS Aceh Tenggara, Sardi di Kutacane, Selasa.

Ia berkata, pihaknya cuma menghitung pendapatan regional berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang merupakan dasar pengukuran atas nilai tambah yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi di suatu daerah.

PDRB atas dasar harga berlaku di Aceh Tenggara dalam tiga tahun terakhir seperti 2013 sebesar Rp3,05 triliun, lalu 2014 mencapai Rp3,32 trilun, dan tahun 2015 mencapai Rp3,58 triliun rupiah dengan pendapatan per kapita Rp17,90 juta.

Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan ADHK tahun 2013 sebesar Rp2,70 triliun, lalu 2014 sekitar Rp2,81 triliun, dan pada 2015 mencapai 2,92 triliun dengan pendapatan per kapita Rp14,62 juta.

"Pertumbuhan setiap tahun, selalu bernilai positif dengan percepatan yang relatif fluktuatif. Seperti pada tahun 2015 sebesar 4,08 persen, atau lebih cepat hampir dua poin," terangnya.

Dia berujar, sedangkan laju pertumbuhan indeks implisit di tahun 2015 relatif lebih tinggi yakni mencapai 3,63 persen, dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Seperti diketahui, sektor pertanian menguasai distribusi PDRB Aceh Tenggara menurut lapangan usaha di tahun 2015 sekitar 42,95 persen, diikuti perdangangan 13,17 persen, administrasi 12,90 persen, kontruksi 5,81 persen, dan lain-lain.

"Jadi kalau pendapatan dari sektor pariwisata itu, kita hitung sekian (besarnya) dari tingkat kunjungan wisman (wisata mancanegara)," terang Sardi.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ramadhani sebelumnya mengatakan, Sungai Alas yang masuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) terus dikembangkan sebagai objek wisata andalan di Provinsi Aceh.

"Kami mengupayakan, setiap tahun akan ada perlombaan arung jeram tingkat international di Sungai Alas. Selain arung jeram, peserta juga dapat menikmati indahnya TNGL dengan beragam tanaman dan satwa yang ada," tuturnya.

Ia menyebut, keuntungan lain yang di dapat dari hadirnya wisatawan asing yang datang pintu masuk TNGL atau Ketambe, maka akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Ketambe merupakan nama kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser, dan dikenal sebagai objek wisata alam andalan di daerah ini.

Hutannya alami dengan berbagai satwa hidup damai di kawasan ini seperti burung, bajing, orangutan yang bergelantungan, dan Sungai Alas sangat cocok untuk arung jeram.

"Dengan sendirinya, TNGL akan terjaga kelestariannya," sebutnya.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...