Surfing dan Diving, Sayang Dilewatkan (Selesai)

A A A

Gugusan pulau-pulau dengan pasir putih dan nyiur melambai, membuat kawasan wisata di Kabupaten Aceh Singkil, tak kalah indah menarik dengan Bali. Apalagi saat matahari terbenam, menuju para­duannya.

Ombak di Pulau Banyak sangat cocok bagi olahraga surfing, terutama di kawasan Pulau Bengkaru, Ujung Lolok, dan Amandangan. Kawasan ini sering dikunjungi peselancar manca negara. Ketinggian ombak mencapai enam meter lebih, terutama di kawasan Ujung Lolok. Pasca gempa akhir Maret 2005 lalu, ombak di kawasan ini semakin tinggi. Musim ombak untuk berselancar di Kepulauan Banyak relatif panjang sehingga hampir setiap waktu dapat dikunjungi peselancar.Pulau Banyak merupakan surga bagi pencinta diving dengan aneka ragam terumbu karang. Itu dapat dilihat di kawasan Pulau Pulambak Besar dan Pulambak Kecil, Pulau Tabala, Tailana, Rago-ragoo dan Sikandang.

Tak hanya itu, laut yang tenang dan diapit pulau-pulau kecil me­rupakan rute kayaking yang menakjubkan. Pulau Tabala, Pulau Pandan, Pulau Tabalou, Pulau Rago-rago dan beberapa pulau lain merupakan rute kayaking yang sering dinikmati turis mancanegara. Jarak antar pulau saling berdekatan antara 0,5 mil sampai dengan 2 mil.
Bagi yang hobby berenang dan menyelam dapat menikmati keindahan panorama bawah laut. Terumbu karang tempat berbagai jenis biota laut banyak ditemukan dikawasan ini. Rata-rata terumbu karangnya masih terjaga dengan baik. Sementara untuk tracking di Pulau Tuangku yang memiliki flora dan fauna khas. Traking juga perlu dikembangkan di Pulau Bengkaru. Di pulau ini masih ditemukan penyu hijau yang dilindungi. Setiap malam puluhan ekor penyu hijau bertelur di kawasan pantai Pulau Bengkaru.

Kawasan Pulau Banyak juga cocok dikembangkan agro wisata bidang perikanan seperti budi daya ikan kerapu, lobster, rumput laut dan kerang mutiara. Pembudidayaan jenis ini dapat dijadikan sebagai obyek wisata bidang agro­wisata perikanan. Nah, walau tingkat kunjungan turis pasca konfilik terus meningkat setiap bulan ke Pulau Banyak, termasuk yang datang melalui Sibolga dan Nias. Namun jumlah itu terasa masih kecil dibandingkan dengan potensi besar wisata Pulau Banyak, sehingga perlu segera dilakukan pembenahan melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk investor yang berminat dalam pengembangan wisata bahari dan ekowisata yang menjadi andalan utama pariwisata Aceh Singkil. Semoga.

MODUSACEH.CO

Rubrik:Traveling

Komentar

Loading...