Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dayah Perbatasan dan Dayah MUQ Aceh yang belokasi di Jalan Rel Kereta Api, Desa Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar terlihat seperti bangunan tidak bertuan. Pasalnya, bangunan milik Pemerintah Aceh dibawah Dinas Pendidikan Dayah Aceh diduga hingga kini belum pernah ditempati. Buktinya pekarangan UPTD itu dipenuhi dengan rumput ilalang. Bahkan, menurut amatan tim acehimage.com pada Kamis (13/8/2020) kemarin, di depan gedung mewah ini terparkir satu unit mobil jenis kijang Inova yang sudah hancur, layaknya terparkir di depan bengkel.

Bangun Rumah Korban Kebakaran

Sungguh Dermawan Tati Meutia Asmara

AK JAILANIPenyerahan kunci rumah kepada Ainal Mardhiah
A A A

BANDA ACEH - Masih ingatkah peristiwa kebakaran yang menimpa salah satu rumah warga di jalan Wedana Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh pada Rabu (10/6/2020) lalu?

Rumah itu merupakan milik Ainal Mardhiah (63), dia merupakan seorang janda yang mengalami penyakit lumpuh. Walaupun tidak memakan korban jiwa, namun rumah yang berkontruksi kayu itupun hangus dilalap sijago merah.

Namun, setelah kabar musibah itu tersiar, banyak pihak yang mengirim bantuan masa panik kepada korban. Tak terkecuali dari pihak Pemerintah.

Ainal Mardhiah

Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Tati Meutia Asmara, perempuan yang kini sebagai Angota DPRK Banda Aceh langsung menyumbang bantuan "Besar" yakni membangun rumah baru untuk Ainal Mardhiah.

Bersama suaminya, M Nur Hasan langsung menerjunkan tukang dan pekerja dalam jumlah banyak agar korban kebakaran (Ainal) dengan segera memiliki rumah kembali.

Menurut penyampaian Tati, rumah permanen yang dibangun tersebut hanya butuh waktu selama dua pekan.

Tati Meutia Asmara

Makanya, Jumat (26/6/2020) siang tadi, rumah itupun resmi diserahterimakan kepada Ainal Mardhiah yang turut dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman.

Ainal yang duduk diatas kursi roda, karena mengalami lumpuh terlihat haru. Ia mengucapkan terimakasih banyak kepada donatur utama dan berbagai pihak yang telah membantu dirinya dan keluarga.

"Saya ucapkan terimakasih, dan tidak menyangkan akan memiliki rumah seperti ini," ucap Ainal yang ditemani oleh dua perempuan muda.

Sebelumnya, dihadapan masyarakat dan pejabat pemerintah yang berhadir, Ummi Tati--begitu dia sering disapa, menegaskan bawa rumah yang dibangun tersebut resmi menggunakan dana pribadinya bersama sang suami.

"Ini resmi menggunakan dana pribadi, bukan aspirasi atau apa, walaupun saya anggota DPRK,"tegasnya.

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman juga mengaku kalah cepat dengan gerakan Tati- Hasan. Mantan dirut Bank Aceh menilai Tati Meutia dan suaminya M Nur Hasan merupakan dermawan yang jarang terjadi di serambi mekkah.

"Ini baru terjadi seperti ini (di Banda Aceh). Mungkin di Aceh pun jarang sepertinya," akui Amin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...