Pengumuman hasil seleksi terbuka Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama (PJTP) mendapat sorotan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pasalnya, Pansel mengumumkan dua kali hasil yang lolos tiga besar masing-masing untuk enam JPT yang diseleksi yakni pada tanggal 30 Desember 2020 dan pengumuman kedua tanggal 18 Januari 2021. "Bahkan menurut Waladan, Bupati Bener Meriah telah dipermalukan oleh Sekda selaku Ketua Panitia seleksi terbuka PJTP terkait dengan kacaunya proses seleksi PJTP,"jelas Waladan melalui rilisnya yang diterima media ini, Rabu (20/1/2021).

Kadis Pendidikan Bener Meriah

Sukur Minta Penegak Hukum Usut Kasus Dugaan Ijazah Palsu

SAMSUDDINKepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur
A A A

BENER MERIAH – Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan penggunaan ijazah palsu.

Itu disampaikan Sukur dalam konfrensi pers yang digelar, Kamis (14/1/2021) di ruang kerjanya.

Kepada wartawan Sukur mengungkapkan, pada Bulan Maret 2020 lalu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Almarhum Anriyeni pernah mengeluhkan sejumlah blangko ijazah Paket, A,B,C hilang berkas dari dalam lemarinya berserta DNT.

Menurut Sukur, Pasca kejadian itu, pihaknya selalu meneliti dan memverifikasi secara detil setiap ada ijazah paket A,B, dan C yang akan dilegalisir dengan mencocokan dengan DNT.

“Sehinnga apabila ditemukan ketidak sesuaian ijazah yang dilegalisir dengan DNT, maka ijazahnya kita tahan," kata Sukur

Sukur mengungkapkan, sejauh ini sebanyak 18 lembar ijazah yang sudah ditahan di Dinas Pendidikan dengan harapan pemilik mempermasalahkan penahan ijazah yang diduga ilegal itu.

Ia juga menduga ijazah ilegal yang beredar lebih dari jumlah yang telah ditahan pihaknya, untuk itu untuk mengukap oknum-oknum yang terlibat dalam “bisnis ijazah palsu“ itu.

Sukur berharap pihak penegak hukum segera mengusut tuntas kasus yang mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Kadis pendidikan itu juga mengaku sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait dugaan beredarnya ijazah paket A,B,dan C ilegal.

"Saya sudah pernah dimintai keterangan dan juga staf saya sebanyak tiga orang sudah diperikasa pihak kepolisian," terang Sukur.

Lebih lanjut Sukur menyebutkan, akibat sudah banyaknya ijazah yang sudah ditahan diduga ada oknum yang menschen tandatangannya dan distempel leges dan setempel dinas yang dipalsukan dan foto kopy ijazah yang dilegalisir secara ilegal.

"Inilah yang digunakan oleh oknum aparatur Kampung yang dicurigai menggunakan ijazah palsu tersebut untuk kelengkapan administrasi sebagaimana berita yang beredar," ujarnya.

Sebut Sukur, pihaknya tidak pernah mengeluarkan ijazah paket A, B, dan C seperti itu , melainkan ini dilakukan oleh oknum yang melakukan jual-beli ijazah tersebut.

Menyangkut persolan itu, Sukur mengatakan telah menyampaikan kepada Bupati Bener Meriah dan sekda Bener Meriah dan Sekda meminta kasus itu diusut tuntas.

Dalam kesempatan itu, mantan Kabag Humas Setdakab Bener Meriah itu menegaskan bila ada yang menyebut-nyebut ikut telribat itu adalah fitnah dan dalam salah satu akun facebook Dor PEcogah yang menuduh kepala dinas menerima uang Rp5 juta perlebar dan disinyalir sudah kami kelurakan sejumlah 150 lembar. Tutur Sukur

Terkait modus operandi pemalsuan ijazah tersebut yakni dengan cara mengganti nama pemilik Ijazah yang sudah tercetak diblangko ijazah yang belum diambil pemilik dengan mengeroknya secara teliti dan hati-hati, kemudian mencetak ulang nama ke blangko ijazah tersebut sesuai nama yang membelinya atau memesannya dan ada juga yang langsung mencetak nama yang memesan atau yang membeli pada blabgko ijazah yang kosong

"Sehingga nama pemilik ijazah yang didapat dengan cara ini tidak sesuai dengan DNT dan ini kita pastikan ilegal. Bila masuk ke meja saya untuk dilegalisir langsung kami cabut dan terakhir kami dikejutkan dengan beredarnya lagi legalisir ijazah Ijazah Paket ijazah A, B danC beserta legalisir ilegal dengan mencetak stempel leges dan stempel Dinas serta men-scan tandatangan saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah,"demikian disampaikan Sukur.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...