Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud

Sukacita Pariwisata Bali dari Sang Raja

FOTO | ISTIMEWAPariwisata Bali
A A A

RENCANA kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Bali selama enam hari, 4-9 Maret, disambut sukacita masyarakat Bali, terutama kalangan pariwisata.

Mereka berharap kehadiran Raja Salman menjadi promosi pariwisata Bali ke seluruh dunia, terutama Timur Tengah, sekaligus menarik minat lebih banyak wisatawan asal Timur Tengah ke Bali.

”Wisatawan asal Timur Tengah yang ke Bali saat ini belum terlampau banyak,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha.

Di sisi lain, kehadiran Raja Salman menjadi pemicu pariwisata Bali untuk berbenah.

Maklum saja, karena jumlah wisatawan asal Timur Tengah tidak terlampau banyak, jumlah pemandu wisata yang fasih berbahasa Arab di Bali juga masih sangat terbatas.

Begitu pun sajian makanan cita rasa Arab tak semudah seperti mendapatkan masakan cita rasa Eropa atau China.

”Ini momentum untuk memperbaiki pariwisata Bali,” kata Ida Bagus Agung Partha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kedatangan wisatawan asal Timur Tengah ke Indonesia pada 2004 sebanyak 35.783 wisatawan.

Sepuluh tahun kemudian, tahun 2014, naik menjadi 195.518 orang. Paling banyak wisatawan asing yang datang ke Bali masih dari Australia yang pada 2016 mencapai 966.819 orang.

”Kedatangan Raja Arab Saudi memacu kami untuk meningkatkan promosi wisata di negara-negara Timur Tengah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra.

Bali sangat siap jika menerima wisatawan asal Timur Tengah karena makanan halal sangat mudah didapatkan di Bali.

Destinasi wisata pun sangat beragam sehingga bisa disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Timur Tengah.

”Pembenahan tentu saja harus dilakukan di beberapa sisi,” kata Anak Agung Yuniartha Putra.

Dampak langsung
Jika pembenahan pariwisata Bali merupakan langkah jangka pendek dan menengah, kehadiran Raja Salman sudah langsung memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan dan transportasi di Bali.

Untuk liburan keluarga Kerajaan Arab Saudi ini, pihak kerajaan sudah memesan kendaraan hampir sebulan lalu.

Paling tidak 360 mobil mewah sudah dipesan untuk sekitar 1.500 rombongan keluarga kerajaan.

Mobil yang dipesan ini antara lain 100 Toyota Alphard, 200 Mercedes Benz tipe S200 dan 400, 20 Mercedes Benz C-Class, 20 Land Rover SUV, serta 45 truk dan truk boks untuk logistik rombongan keluarga kerajaan. Uang sewa kendaraan ini diperkirakan sekitar Rp 5,4 miliar.

Selain kendaraan, 150 sopir tambahan juga sudah disiapkan. Mereka diajak berkeliling ke lokasi-lokasi wisata yang kemungkinan akan dikunjungi keluarga kerajaan.

Selain sewa kendaraan, angkutan logistik juga perlu penanganan khusus.

Maklum saja, rombongan Raja Salman mengangkut kargo sekitar 96 ton ke Bandara Ngurah Rai, Bali, melalui PT Jasa Angkasa Semesta (JAS). Kargo datang secara bergelombang sejak 18 Februari.

Barang-barang yang dibawa di antaranya belasan televisi layar datar 72 inci, satu eskalator khusus, dan dua mobil Mercedes Benz S600.

Rombongan kerajaan juga membawa sendiri belasan kursi ukir kayu berikut mejanya. Rombongan tersebut juga membawa makanan, seperti gandum, beras, hingga minuman khusus.

”Barang yang dibawa cukup banyak karena untuk keperluan liburan selama enam hari,” kata General Manager PT JAS Bandara Ngurah Rai Heri Lukmanto.

Rombongan keluarga kerajaan akan menginap di empat hotel mewah di kawasan Nusa Dua, yakni St Regis, The Laguna, Hilton, dan Ritz-Carlton. Kini, kawasan hotel-hotel tersebut sudah dijaga aparat keamanan.

Soal makanan, selama rombongan kerajaan berada di Bali sudah ada juru masak dari Kerajaan Arab Saudi yang akan berkolaborasi dengan 150 juru masak Aerofood ACS di Jakarta dan Bali.

Selain makanan khas Timur Tengah, sajian makanan Nusantara juga akan disiapkan, seperti nasi goreng, nasi kuning, rendang, dan ayam betutu.

Penerbangan tertunda
Karena kehadiran rombongan Kerajaan Arab Saudi, 42 penerbangan tertunda, yakni 19 jadwal kedatangan dan 23 jadwal keberangkatan.

Saat kedatangan Raja Salman di Bali, sudah disiapkan tari pendet untuk dipentaskan di Bandara Ngurah Rai.

Tari pendet tersebut direncanakan akan ditarikan 50 penari cilik murid sekolah dasar. Tari pendet adalah tari penyambutan tamu penting yang dapat dipergelarkan dalam 5-7 menit.

”Tarian ini dipentaskan saat Raja berjalan sehingga tidak akan mengganggu perjalanan,” kata Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Sumber:kompas.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...