Jelang Pelantikan,

Soedarmo Ingatkan Kepala SKPA Jangan Bermanuver Berlebihan

FOTO ACEHIMAGE.COM | AK JailaniPelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Soedarmo
A A A

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Soedarmo meminta Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) untuk tidak melakukan manuver berlebihan menjelang pelantikan sejumlah pejabat baru jajaran pemerintah Aceh.

Hal demikian disampaikan Soedarmo disela-sela menghadiri sidang paripurna khusus di DPR Aceh, Senin (19/12).

Soedarmo mengingatkan hal itu dikarenakan sudah ada sejumlah pejabat yang mencoba mendekati dan mempengaruhi orang-orang dekat gubernur dan meminta jabatan tertentu.

Ia mengingatkan seluruh pejabat di jajaran pemerintah Aceh agar tidak coba-coba memberikan uang guna mempertahankan posisinya sebagai kepala SKPA, karena menurut Soedarmo, jika memang dinilai berkinerja bagus, maka yang bersangkutan tetap akan dipertahankan. Ia juga mengakui sudah melakukan penilaian terhadap kepala-kepala SKPA dan sudah memiliki penilaian tersendiri.

“Nggak usah takut, nggak usah manuver kesana-kemari, kalau bagus pasti saya tempatkan lagi, ini kenapa bisa begini? kaarena kebiasaan yang berlaku disini, seakan-akan uang adalah segala-galanya, dan bagi saya tidak demikian,”ujarnya tegas.

Soedarmo mengakui paling telat, pada awal Januari 2017, para pejabat  yang telah melalui proses seleksi pada Baperjakat akan dilantik. Soedarmo berjanji akan menempatkan orang-orang yang tepat pada SKPA sesuai dengan kompetensinya. Selain itu Soedarmo juga kembali menegaskan komitmennya untuk meletakkan pondasi yang benar di Aceh selama tiga bulan menjabat sebagai pelaksana tugas gubernur.

“Kita akan melihat track recordnya, kemudian integritasnya, kinerjanya dan yang seprofesional mungkin, nanti biar baperjakat yang menyusun, tapi kalau setelah itu saya nilai tidak tepat maka akan kita diskusikan kembali,”ujarnya.

Ia juga menampik adanya isu sogok menyogok dalam proses seleksi ini, pasalnya tidak mungkin seorang kepala SKPA mampu menyogok gubernur hingga milyaran rupiah jika bukan dari uang korupsi.

“Kalau saya terima itu saya melegalkan dia untuk korupsi nant dan saya akan ikut berdosa, kalau ada yang mampu siapin milyaran rupiah, ini mesti hasil korupsi, berapa gaji dia?,”lanjutnya.

Sementara itu terkait dengan pembahasan RAPBA tahun 2017, Soedarmo mengaku masih optimis untuk mengesahan anggaran Aceh sebelum masuk tahun 2017.

Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...