Reaksi Dunia

Soal Konfirmasi Saudi atas Pembunuhan Khashoggi

FOTO | ISTIMEWAJamal Ahmad Khashoggi, wartawan Saudi, kolumnis Washington Post, penulis, dan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel. Di dunia internasional, ia dikenal atas kontribusinya untuk Al Watan sehingga bisa menjadi ruang bagi kalangan progresif di Saudi.
A A A

JAKARTA - Setelah berminggu-minggu menyangkal, Arab Saudi untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa jurnalis pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi, terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul Turki.

Kerajaan Saudi mengklaim jurnalis dan kolumnis Washington Post meninggal setelah terlibat perkelahian di dalam gedung konsulat dan 18 warga Saudi ditangkap atas pembunuhan itu.

Khashoggi, seorang kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, hilang pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat di Istanbul untuk mendapatkan dokumen yang diperlukan untuk pernikahannya yang akan datang.

Para pejabat Saudi sebelumnya membantah Khashoggi telah dibunuh dan dimutilasi di kantor misi diplomatik tersebut. Mereka bahkan bersikeras Khashoggi telah meninggalkan konsulat dalam kondis masih hidup.

Konfirmasi Riyadh atas kematian wartawan Arab Saudi itu memicu reaksi sejumlah negara, politisi dan kelompok HAM. Berikut raksi internasional tersebut;

Amnnesty International
Amnesty International mendesak Saudi menunjukkan jasad Khashoggi sehingga ahli forensik independen dapat melakukan autopsi sesuai dengan standar internasional.

Samah Hadid, Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah mengatakan bahwa peristiwa versi Saudi tidak dapat dipercaya. Menurutnya, penyelidikan yang dipimpin oleh PBB diperlukan untuk menghindari tindakan Saudi menutupi keadaan seputar pembunuhan jurnalis tersebut.

Turan Kislakci, Presiden Asosiasi Media Arab Turki, mengatakan otoritas yang memberi perintah untuk membunuh Khashoggi harus dihukum

Spanyol
Pemerintah Spanyol kecewa dengan informasi dari Riyadh tentang kematian Khashoggi. Madrid menggemakan seruan dari PBB untuk penyelidikan menyeluruh dan transparan guna membawa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu ke pengadilan.

"Pemerintah Spanyol kecewa dengan laporan awal dari jaksa Saudi tentang kematian wartawan Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, dan menawarkan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarganya," kata pemerintah Spanyol dalam sebuah pernyataan.

Partai Berkuasa Turki
Wakil Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki, Nurman Kurtulmus, mengatakan Turki akan tidak pernah membiarkan kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul ditutup-tutupi.

Turki, kata dia, akan berbagi bukti pembunuhan Khashoggi dengan dunia. "Hasil konklusif dari penyelidikan sudah dekat," katanya.

"Mustahil bagi pemerintah Saudi untuk melepaskan diri dari kejahatan ini jika sudah dikonfirmasi," katanya lagi.

Denmark dan Belanda
Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen, seperti dikutip Bloomberg, mengatakan dia tidak yakin dengan laporan Arab Saudi tentang kematian Khashoggi.

"Fakta bahwa Saudi semalam menegaskan bahwa dia meninggal, setelah sebelumnya bersikeras dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, menunjukkan bahwa kami belum diberitahu kebenaran penuh, dan kami harus bersikeras untuk mendapatkan itu," kata Rasmussen di Copenhagen setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Rutte menyebut pembunuhan Khashoggi "mengejutkan".

Keduanya menyerukan penyelidikan atas kematiannya oleh PBB dan negara-negara Barat lainnya.

Jerman
Kanselir Jerman Angela Merkel, seperti dikutip Bloomberg, mengatakan dia tak terima dengan penjelasan Arab Saudi tentang kematian Khashoggi.

"Mereka masih belum menjelaskan secara bersih dan tentu saja kami menuntut agar mereka menjelaskannya secara bersih," katanya pada konvensi regional Partai Demokrat Kristen di Jerman timur.

"Kejadian mengerikan seputar pembunuhan wartawan sebagai peringatan bahwa kebebasan demokrasi diserang di seluruh dunia," ujarnya.

Mesir, UEA, Bahrain, dan Yaman
Sekutu Arab Saudi di Timur Tengah berkumpul membela kerajaan tersebut atas tanggapannya terhadap penyelidikan yang sedang berlangsung terkait pembunuhan Khashoggi.

Mesir memuji Raja Saudi Salman bin Abdulaziz karena mengambil tindakan yang "menentukan". Kementerian Luar Negeri Mesir yakin bahwa penyelidikan terus-menerus atas kematian Khashoggi akan mengungkap kebenaran.

"Mesir melihat bahwa keputusan dan tindakan yang berani dan tegas yang diambil oleh Raja Saudi atas masalah ini selaras dengan pendekatan keagungannya yang menghormati prinsip-prinsip hukum dan penerapan keadilan yang efektif," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Uni Emirat Arab (UEA) juga menyuarakan dukungan untuk Raja Salman."(Pemerintah) UEA memuji arahan dan keputusannya tentang masalah Kashoggi," tulis kantor berita negara UEA, WAM.

Bahrain, mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa Arab Saudi akan tetap menjadi negara yang menjunjung nilai dan prinsip-prinsip keadilan.

Yaman juga memuji keputusan yang dibuat oleh Raja Saudi. Pujian ini dilansir kantor berita negara Yaman.

Inggris
Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan pemerintah mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah pengakuan Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi dan menegaskan kembali bahwa mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga Jamal Khashoggi setelah konfirmasi kematiannya. Kami mempertimbangkan laporan Saudi dan langkah kami selanjutnya," bunyi pernyataan kementerian itu.

"Seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri, ini adalah tindakan yang mengerikan dan mereka yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab," imbuh pernyataan tersebut.

Partai Buruh (kubu oposisi utama Inggris) telah meminta Partai Konservatif yang berkuasa untuk menangguhkan penjualan senjata ke Kerajaan Saudi.

PBB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengaku "sangat terganggu" oleh konfirmasi Riyadh atas kematian Khashoggi.

"Sekretaris jendral sangat terganggu oleh konfirmasi kematian Jamal Khashoggi. Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Khashoggi," kaya kantor Guterres dalam sebuah pernyataan.

"Sekretaris jenderal menekankan perlunya investigasi yang cepat, menyeluruh dan transparan tentang keadaan kematian Khashoggi dan pertanggungjawaban penuh bagi mereka yang bertanggung jawab."

Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan penjelasan Arab Saudi soal bagaimana Khashoggi terbunuh dapat dipercaya. Menurutnya, apa yang terjadi di Konsulat Saudi di Istanbul tersebut tidak dapat diterima.

Berbicara kepada wartawan di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona, dia mengatakan kematian Khashoggi adalah peristiwa mengerikan. Namun, dia memuji langkah penyelidikan Saudi sebagai langkah yang baik.

"Arab Saudi telah menjadi sekutu besar, tetapi apa yang terjadi tidak dapat diterima," kata Trump.

Dia juga mengatakan dia lebih suka sanksi terhadap Riyadh yang tidak termasuk membatalkan kesepakatan pembelian senjata bernilai miliaran dolar.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Washington sudah mendengar pengumuman Arab Saudi dan erat mengikuti perkembangannya.

"Kami akan terus mengikuti penyelidikan internasional ke dalam insiden tragis ini dan mengadvokasi keadilan yang tepat waktu, transparan, dan sesuai dengan semua proses hukum," kata Sanders.

"Kami sedih mendengar konfirmasi kematian Khashoggi, dan kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, tunangan, dan teman-temannya."

Sementara politisi di AS tidak percaya pada klaim Arab Saudi bahwa Khashoggi meninggal setelah perkelahian dengan sejumlah orang di konsulat.

"Saya skeptis terhadap narasi Saudi baru tentang Khashoggi, itu adalah pernyataan yang meremehkan," kata Senator Partai Republik, Lindsey Graham. "Sulit untuk menemukan penjelasan terbaru ini sebagai hal yang kredibel.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat Adam Schiff juga mempertanyakan kredibilitas Saudi jika Khashoggi disebut berkelahi dengan orang-orang yang dikirim untuk menangkap atau membunuhnya.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...