Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Untuk Tingkatkan Kompetensi

SMK Aceh Penting Kerjasama Dengan IDUKA

HUMAS DINAS PENIDIKAN ACEHKepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA pada pembukaan kegiatan sosialisasi tugas dan fungsi Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Tahun 2020, Selasa (6/10/2020) di Aula Dinas Pendidikan Aceh.
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ada beberapa hal bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu SMK antara lain pemerintah memberikan sarana dan prasarana.

Salah satu fasilitas yang penting yaitu laboratorium dan alat-alat praktik sehingga siswa bisa meningkatkan keterampilannya.

Praktik untuk siswa SMK sangat penting. Oleh ksrena itu, pemerintah perlu berupaya melengkapi sarana dan prasarana SMK.

Kemudian pemerintah menyediakan guru SMK dengan jumlah memadai dan berkualitas dan meningkatkan mutu dan kualitas guru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD MPA, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Aceh juga perlu untuk dapat berakselerasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Hal tersebut akan mempercepat “Pernikahan massal” antara lulusan pendidikan vokasi dengan dunia industri.

Perspektif tersebut disampaikan oleh Rachmat Fitri HD, MPA pada pembukaan kegiatan sosialisasi tugas dan fungsi Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik (BBL) Tahun 2020, yang diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi se-Indonesia yang selenggarakan di Aceh atau Aula Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (6/10/2020)

Dengan adanya “Pernikahan Massal” maka akan lahirnya perjanjian kerja sama sampai rekrutmen dengan dunia industri.

"Nah, tujuan dari pendidikan SMK adalah setelah lulus, siswa akan dapat langsung bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya," tuturnya.

Rachmat Fitri pun menjelaskan maksud dari analogi "pernikahan massal" yang didengungkan oleh Mendikbud yang digunakannya dalam konteks Pendidikan Vokasi dan dunia industri. Yaitu merujuk pada adanya kerja sama yang dilakukan industri hingga terjadi rekrutmen terhadap lulusan SMK.

“Yang menjadi tanda kesuksesan siswa SMK yaitu lulusan- lulusan vokasi dan sederajat yang terserap ke dunia industri. Bukan hanya jumlah lulusan secara kualitatif, namun posisi hingga gaji awal yang diterima lulusan juga menjadi kunci dari kesuksesan,” jelasnya.

Kadisdik Aceh menyampaikan keterlibatan DUDI dalam pendidikan vokasi sangatlah penting. Jika industri tidak terlibat dari awal untuk melakukannya maka akan gagal mentransformasi kurikulum pengajaran dan juga sarana-prasarana dalam kedalam dunia industri.

“Kami sangat yakin bahwa semua guru SMK di Aceh sangat membutuhkan keberadaan lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) untuk meningkatkan kompetensi para guru dan lulusannya. Dan kami sangat menyambut baik acara sosialisasi yang dilakukan pada hari ini,” ungkapnya.

Selain itu, kata Rachmad Fitri, perubahan nomenklatur BBPPMPV Bidang Bangunan dan Listrik Kemendikbud RI yang sebelumnya bernama Balai Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) memang penting untuk disosialisasikan kepada semua stakeholders dan masyarakat luas, agar tidak terjadi kesalahan baik secara administratif maupun non administratif lainnya.

“Kami berharap dengan adanya BBPPMPV Bidang Bangunan dan Listrik Kemendikbud RI ini maka akan dapat terjalin hubungan kerjasama yang selama ini sudah terjalin akan semakin erat di masa yang akan datang, terutama dalam hal peningkatan kompetensi guru-guru SMK di Aceh,” tegasnya.

Pada sisi lain Rachmad Fitri mengatakan, guru dituntut mampu mengeksplorasi potensi diri untuk mencari, merumuskan, dan memformulasikan desain pembelajaran yang inovatif.

Program “pernikahan massal” antara Pendidikan Vokasi dengan DUDI

Sementara itu, Ketua Satgas Fasilitasi Peningkatan Kompetensi BBPPMPV BBL Medan, Nelson Manurung, MPd mengatakan, pergantian nomenklatur ini sebagai langkah awal dalam menyukseskan program “pernikahan massal” antara Pendidikan Vokasi dengan DUDI.

“Karena bagaimanapun, lulusan SMK harus mendapat peluang kerja di industri. Mensosialisasikan dan mengawinkan ide pokok terhadap program "pernikahan massal" yang digaungkan pemerintah,” jelasnya.

Menurut Nelson, harus ada kontrak kerja antara SMK dan Dudi. Kalau dapat SMK harus menjalin kerja sama dengan Dudi sebanyak banyaknya. Tapi harus jelas, jangan hanya sekedar kerjasama saja.Tapi bagaimana tamatan SMK bisa diterima di dunia kerja.

“Pada hari ini kami bermaksud mensosialisasikan tugas dan fungsi BBPPMPV BBL sebagai UPT Kemdikbud dan melakukan penguatan link and match antara SMK dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA),” tuturnya.

Selain itu, Nelson juga mengatakan pihaknya juga melaksanakan koordinasi rencana pelaksanaan diklat praktikum dengan pusat belajar SMK yang ada di Aceh.

Dalam pertemuan yang berlangsung setengah hari tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMK, T Miftahuddin MPd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, T Fariyal MM, perwakilan SMK se Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Lembaga Kursus, dan Mitra SMK. Selain itu dari pihak BBPPMPV BBL juga turut hadir para widyaiswara yaitu Bakti Gunawan MPd dan Tukiman, ST.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...