Singgah ke Rumah Bung Hatta di Bukittinggi

FOTO | ISTIMEWARumah Bung Hatta
A A A

NAPAK tilas kehidupan seorang pahlawan di rumah kelahirannya cukup sulit untuk dilakukan. Pasalnya, tidak semua pahlawan mewarisi dan terjaga benda-benda peninggalannya.

Akan tetapi, di Bukittinggi, Sumatera Barat Anda bisa melihat dan membayangkan suasana kehidupan masa kanak hingga remaja Bung Hatta. Ya, proklamator Indonesia yang memiliki nama lengkap Mohammad Hatta ini lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902 silam.

Rumah bercat putih yang berada di pinggir Jalan Soekarno-Hatta No. 37, Bukittinggi, Sumatera Barat tersebut menyimpan goresan sejarah yang mendalam, sebab seorang anak bangsa dilahirkan dan besar di dalamnya. Dari kejauhan jelas terlihat sebuah papan bertuliskan, “Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, Proklamator RI,” dengan wajahnya terlukis di sana .

Memasuki rumah yang usianya telah puluhan tahun itu, pengunjung dibuat terkesima, karena kebersihannya sangat terjaga dan lantai pun terlihat begitu mengilap. Tidak perlu merogoh kocek banyak untuk kunjungi museum ini. Anda cukup menyumbang seikhlasnya kepada si penjaga museum, karena ia akan bertugas bercerita mengenai kehidupan Bung Hatta sejak kecil dan keluarganya.

Sebelum masuk museum, Anda terlebih dahulu mengisi buku tamu, Anda akan diajak berkeliling rumah berlantai dua dan seluruh bangunan yang ada di sekitarnya. Di bangunan utama, yaitu rumah tinggal keluarga Bung Hatta, Anda akan diajak masuk ke ruang baca Bung Hatta terlebih dahulu. Di ruang tersebut ada sebuah ranjang, kursi dan meja, serta lemari untuk menyimpan buku-buku koleksi pria yang juga dijuluki Bapak Koperasi Indonesia.

Di ruang selanjutnya, ada ruang tamu yang ditata begitu apik. Ada kursi-kursi rotan dan kayu yang terkesan klasik, dengan lampu-lampu gantung sederhana tapi mampu mempercantik ruangan. Di ruang tamu ini juga, Anda bisa melihat-lihat pigura-pigura yang menampilkan potret keluarga Bung Hatta, ada foto kakek, nenek, paman, ibu-ayah, hingga potret Bung Hatta mengenakan toga pada masa lalu pun bisa Anda lihat.

Masih di bangunan yang sama, Anda bisa melihat, memasuki, dan bahkan membayangkan bagaimana seorang ibu melahirkan anak laki-lakinya, yang ternyata ikut andil dalam kemerdekaan sebuah bangsa. Dalam ruangan yang cukup luas tersebut, Anda disuguhkan sebuah ranjang cukup besar dan toilet yang klasik.

Lanjut ke bangunan lainnya, yang berada di belakang bangunan utama, Anda akan melihat dua buah bangunan lumbung padi milik paman dari Bung Hatta. Sementara ia juga menunjukkan kamar Bung Hatta, di mana menurut Roni Chaniago, penjaga museum itu merupakan sepeda asli miliki Bung Hatta dan bukan replika.

Ada pula dapur, kamar mandi, dan ruang menyimpan bendi, serta kandang-kandang kuda. Rumah kelahiran Bung Hatta ini tidaklah benar-benar asli, tapi sudah direnovasi sekira 1995 silam, namun dibentuk sesuai dengan bangunan aslinya, hingga tata letak dari perabotnya juga diletakan persis seperti aslinya dulu.

“Meskipun sudah direnovasi, tapi bentuk dan tata letaknya persis seperti bangunan aslinya. Di sini juga menyimpan benda-benda asli Bung Hatta dan keluarga, seperti mesin jahit yang ada di kamar Paman Saleh, kereta bugi, sepeda Bung Hatta, teko yang ada di ruang makan, serta beberapa perabot di dapur,” ucap Roni.

Rubrik:Travel

Komentar

Loading...