Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Simeulue Butuh Ambulance Udara

ISTIMEWABupati Simeulue Erli Hasim
A A A

SIMEULUE - Kabupaten Simeulue merupakan sebuah daerah kepulauan yang berada kurang lebih 150 Km dari lepas pantai barat Aceh. Jarak tempuh Simeulue - Labuhan Haji menghabiskan waktu sekitar 9 Jam perjalanan sedangkan dari Simeulue - Lhok Bubon Aceh Barat menghabiskan waktu sekitar 12 jam perjalanan menggunakan kapal feri.

Kemudian perjalanan dari pelabuhan menuju Banda Aceh yang menghabiskan waktu sekitar 7 Jam dari pelabuhan Labuhan haji dan 4 Jam dari pelabuhan Lhok Bubon Aceh Barat. Jika di kalkulasikan, jarak tempuh dari Simeulue ke Banda Aceh akan memakan waktu hingga 16 sampai 18 jam.

Dengan waktu tempuh yang begitu panjang, selama ini banyak pasien gawat darurat yang hendak dirujuk ke RSUD ZA Banda Aceh untuk mendapat penanganan medis yang lebih intensif sering tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kabupaten Simeuleu Erli Hasim kepada acehimage.com Jumat,(24/7/2020).

"Selain memakan waktu yang lama, transportasi laut juga sering terkendala dengan cuaca buruk, ini tentu juga menjadi masalah," tambah Erli Hasim.

Bagi masyarakat menengah keatas, sebut Erli mungkin bisa menggunakan pesawat untuk merujuk keluarganya yang sakit ke RSUDZA Banda Aceh, tapi bagaimana dengan masyarakat menengah kebawah yang tidak mampu membeli tiket pesawat?

"Mau tidak mau harus menggunakan transportasi laut (kapal feri),"ujarnya.

Untuk itu, Simeulue membutuhkan Emergency Ambulance (Ambulans Gawat Darurat) Udara untuk menangani pasien gawat darurat, memberikan pertolongan pertama dan melakukan perawatan intensif selama dalam perjalanan menuju rumah sakit rujukan, tanpa harus memakan waktu yang lama dan pasien kritis dapat tertolong.

Itu sebabnya ia berharap Pemerintah Provinsi Aceh memfasilitasi dan menyediakan Emergency Ambulance (Ambulans Gawat Darurat) Udara untuk memudahkan masyarakat simeulue yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.

Sementara Asib Amin Wakil Ketua Komisi V DPR Aceh yang membidangi Kesehatan juga memyampaikan hal yang sama, ia berharap Pemerintah Aceh menyediakan Ambulance Udara sebagaimana yang diharapkan oleh Bupati Simeulue demi menyelamatkan warganya yang butuh penanganan medis dan harus dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.

Ketua DPD II KNPI Simeulue, Adi Saleh juga menyampaikan harapannya agar pemerintah Aceh melihat kondisi Simeulue hari ini terutama alat transportasi untuk merujuk pasien dari Simeulue ke Rumah Sakit yang memiliki alat kesehatan lengkap seperti RSUDZA Banda Aceh.

"Untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan status kritis Ambulance Udara adalah solusi yang paling tepat,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...