Benarkah Jadi Istri Dokter Itu Enak?

Simak Dulu Faktanya Berikut Ini

FOTO | ISTIMEWAIlustarsi
A A A

SETIAP orangtua tentu ingin yang terbaik bagi anaknya, termasuk soal memilih pasangan hidup. Biasanya orangtua perempuan mempertimbangkan soal kemapanan calon menantunya. Tidak sedikit orangtua yang ingin anaknya menikah dengan laki-laki yang memiliki profesi menjanjikan seperti dokter.

Tak bisa dipungkiri, hingga saat ini dokter masih menjadi profesi bergengsi bagi kebanyakan orang. Namun apakah benar bila menikah dengan dokter maka hidup perempuan akan terjamin? Seorang istri dokter bernama Jill Simonian memberikan pendapatnya. Simak ulasan berikut ini seperti yang dikutip Okezone dari Mom, Minggu (21/10/2018):

Istri dokter tidak kaya
Dokter diketahui merupakan profesi dengan gaji tinggi. Maka tak salah bila banyak orang yang beranggapan menjadi istri dokter otomatis membuat istrinya kaya. “Tapi saya tidak merasa demikian. Kami merasa nyaman, tetapi tidak berada di dekat fantasi finansial dari apa yang mungkin dibayangkan orang lain. Kami juga khawatir tentang mempertahankan hipotek, menaikkan biaya dan pajak dari semua jenis, bagaimana membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi, rencana pensiun, dan seterusnya,” ungkap Jill. Dirinya juga mengatakan bila dokter memerlukan biaya besar untuk asuransi dan pinjaman sekolah.

Istri dokter harus kuat
“Jadwal dokter, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuannya untuk bersiap sebelum operasi besar semuanya lebih penting daripada yang lain. Kegiatan anak-anak, pekerjaan rumah tangga seperti emasak, membersihkan, mengambil sepatu, menempatkan anak-anak ke tempat tidur, dan lainnya harus dilakukan oleh saya. Jika saya meminta suami untuk memberikan bantuan yang melibatkan anak-anak mungkin dia akan membantu, tetapi pada kenyataannya dia sering membutuhkan lebih banyak dukungan,” tutur Jill.

Dijelaskan olehnya, dokter adalah prioritas di dalam keluarga. Hal itu membuat istri dokter perlu membuat semuanya berjalan lancar. Bagi Jill tanggung jawab dokter adalah yang utama karena pekerjaan mereka kadang-kadang merupakan masalah hidup dan mati.

Keluarga dokter jarang menghabiskan waktu bersama
“Pergi liburan bukanlah prioritas di rumah kami karena dokter harus siap praktik kapan pun dan di mana pun pasien membutuhkan. Walau begitu, kami terus berusaha memanfaatkan waktu keluarga sebisa mungkin. Tidak peduli durasi waktu yang tersedia, yang penting kami bisa bersama,” ucap Jill.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...