Lanud MUS

Siap Jaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

FOTO | Jalaluddin ZkyUpacara
A A A

SABANG - Lanud Maimun Saleh (MUS) Sabang melaksanakan upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) ke 72 Tahun 2018. Senin (09/04)

Hadir pada upacara HUT TNI-AU ke 72 antara lain Dansatrad 233 Sabang Letkol Lek Ery Transit, Kadislog Lanud MUS Mayor Kal M. Roni Indrajaya, Kadisops Mayor Lek Bambang Aji Setianegara, Kadispers Kapten Adm Heri Andika, Pasintel Kapten Sus Taufik Hidayat, S.St.

Letkol Lek Ery Transito dalam amanatnya mengatakan peringatan HUT ke-72 TNI Angkatan Udara Tahun 2018.

Upacara tersebut dilaksanakan secara sederhana berupa defile tanpa menampilkan demo udara, konsep peringatan kali ini dengan mengadakan kegiatan "Pesta Rakyat" sebagai refleksi hubungan kedekatan TNI AU dengan rakyat, karena selama ini TNI AU tumbuh dan berkembang bersama rakyat serta keberhasilan TNI AU dalam melaksanakan tugas pada dasarnya atas kerjasama dan dukungan seluruh rakyat Indonesia.

Momentum peringatan hari jadi Angkatan Udara, pada hakekatnya merupakan upaya pelestarian nilai-nilai historis perjuangan pengabdian Angkatan Udara sejak awal kelahirannya, sehingga ingatan kita selalu kembali kepada jasa para pahlawan, khusunya para perintis dan pendahulu Angkatan Udara.

Oleh karena itu setiap tanggal 9 April merupakan saat yang tepat untuk terus menggali semangat pengabdian, pantang menyerah dan dedikasi tinggi para pejuang pelopor, sesepuh dan senior Angkatan Udara yang telah meletakkan dasar-dasar organisasi pentahan negara diudara, yang implementasinya sangat relavan bagi keberadaan TNI AU dimasa lalu, masa sekarang dan masa mendatang.

"Saya ingin mengutip pernyataan Bapak Presiden Soekarno pada hari Peringatan Lima tahun AURI tanggal 9 April 1945. Beliau menyatakan "Bahwa jika Angkatan Perang kita hendak berdiri setaraf, setinggi, sederajat dengan angkatan perang dunia Internasional, kita semua harus mempunyai Angkatan Udara yang sebaik-baiknya". katanya.

Selanjutnya dikatakan perkembangan lingkungan strategis serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan, memicu munculnya bentuk ancaman baru dalam bentuk tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara serta hubungan antar negara seakan tanpa terbatas.

Mengantisipasi berbagai tantangan terhadap dinamika tersebut, TNI Angkatan Udara harus mempunyai kemauan, tekad dan komitmen untuk dapat memajukan hasil yang optimal dengan kekuatan dan kemampuan TNI AU yang dimiliki saat ini, namun harus disadari, bahwa menjaga kondisi alat utama sistem bersenjata udara agar tetap siap operasional, tentu bukan masalah yang mudah, karena berkaitan dengan kesiapan seleuruh komponen Angkatan Udara, yang berupa kesiapan personel, alutsista, pangakalan Udara, fasilitas dan sarana lainnya serta ketersendiaan anggaran.

Membangun kekuatan udara yang diinginkan, tentunya tidak bisa dalam waktu sekejap serta tidak mungkin menunggu musuh sampai menyerang atau mengakplorasi potensi yang ada diwilayah dirgantara nasional. Perlu sebuah konsep strategis dengan elemen yang terkait dengan tujuan, kepentinga, sasaran, kebijakan dan komitmen serta progam-progam yang realitas, berlanjut dan ber kesinambungan.

Berbagai upaya senantiasa dilakukan untuk dapat mewujudkan sebuah kondisi kekuatan udara yang idela, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Angkatan Udara, untuk itu kebijakan "Minimum Essential Force" (MEF) dan rencana Strategisnya TNI AU merupakan jawaban yang tepat dan terus dilaksanakan.

Saat ini kita berada pada dua ditahun diakhir Renstra III (2015-2019) dan kebijakan MEF tahap II, kita terus berusaha untuk segera mewujudkan terpenuhinya pengadaan alutsista Angkatan Udara, seperti pesawat tempur pengganti F-5 dengan pesawat tempur genersi empat setengah(4,5), pesawat angkut berat, pesawat multipurpose amphibious, pesawat helikopter angkut berat, Pesawat tanpa awak (UAV), Radar GCI, senjata udara dan rudal penangkis serangan udara serta fasilitas, sarana prasarana lainnya.

Pada Rasentra IV kita merencanakan untuk terus membangun kekuatan udara yaitu mengganti pesawat hawk 100/200 dengan pesawat tempur yang lebih modern pengadaan pesawat Tanker dan pesawat Awacs, serta melanjutkan pengadaan radar GCI dan membangun Network Centric Warfare.

Dengan demikian dipenghujung Renstra IV, TNI AU akan mampu memantapkan jati diri sebagai tentara profesional dengan peralatan dan alutsista modern, untuk siap dihadirkan di mana saja dan kapan saja.

Dibidang kesejahteraan TNI AU terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Beberapa kebijakan yang dilaksankan diantaranya, mengupayakan untuk meningkatkan remunisasi, tunjangan perbatasan dan progam pembangunan 1000 rumah non dinas melalui tabungan wajib perumahan. Target yang ingin dicapai adalah mulai tahu 2020 seluruh prajurit dan PNS TNI AU yang memasuki pensiun telahp memiliki rumah pribadi.

Oleh karena itu pembentukan Komando Operasi TNI AU III (Koopsau III) dan validasi oragnisasi, merupakan langkah untuk memperjelas rantai komando dan tanggung jawab satuan, sehingga terwujud satu kesatuan komando (unity of command) dan interperability yang lebih baik dalam Angkatan Darat dan Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas Operasi gabungan.

Incident maupun Accident, sebenarmya dapat kita cegah, apabila kita semua memiliki komitmen kepedulian terhadap kegiatan dan operasi penerbangan, untuk itu, perlu menciptakan budaya "Safety" sebagai suatu kebutuhan dan harus senantiasa hadir ditengah-tengah pelaksanaan tugas kita, khususnya yang berkaitan langsung dengan operasional penerbangan.

Dalam konteks berbagai tantangan dan harapan tersebut, maka tema pada peringatan HUT ke-72 TNI Angkatan Udara, yaitu "Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal Profesional dan modern, TNI AU siap menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia". Saya nilai sangat tepat, karena tema ini merupakan tekad kita bersama dan menjadi sumber inspirasi bagu seluruh anggota TNI AU dalam melaksanakan tugas.

Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Prajurit Angkatan Udara dimanapun berada dan bertugas, "saya berharap agar semangat dan dedikasi yang telah ditujukan selama ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan selama masa pengabdian kita kepada Negara dan Bangsa". Ungkapnya.

Penulis:Jalaluddin Z.Ky
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...