Assad Sebut

Serangan Amerika Serikat Bodoh

FOTO | ISTIMEWAPresiden Suriah, Bashar al-Assad, mencela serangan rudal AS sebagai tindakan bodoh dan tidak bertangung jawab.
A A A
Agresi ini telah meningkatkan tekad Suriah untuk menyerang agen-agen teroris, untuk terus menghancurkan mereka dan untuk mempercepat kecepatan kerja ini, di mana pun mereka berada di wilayah Suriah,

DAMASKUS - Serangan Amerika Serikat terhadap sebuah pangkalan udara di pusat Suriah pada Jumat pagi adalah hal bodon dan tidak bertanggung jawab. Begitu pernyataan yang dikeluarkan kantor presiden Suriah, Bashar al-Assad.

"Apa yang Amerika lakukan hanyalah perilaku bodoh dan tidak bertanggung jawab, yang hanya mengungkapkan kepicikannya dan kebutaan politik serta militer dengan realitas,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (8/4/2017).

Kantor Assad mengatakan pemerintah akan melipatgandakan usaha terhadap kelompok pemberontak setelah serangan AS. Serangan tersebut adalah aksi militer langsung pertama oleh Washington terhadap rezim Damaskus.

“Agresi ini telah meningkatkan tekad Suriah untuk menyerang agen-agen teroris, untuk terus menghancurkan mereka dan untuk mempercepat kecepatan kerja ini, di mana pun mereka berada di wilayah Suriah,” katanya.

“Tindakan memalukan menargetkan bandara negara yang berdaulat ini menunjukkan sekali lagi bahwa pemerintahan yang berbeda tidak mengubah kebijakan yang lebih dalam,” imbuhnya

AS menembakkan 59 rudal jelajah ke pangkalan udara Shayrat, menewaskan sedikitnya enam. Serangan itu sebagai tanggapan atas serangan kimia di sebuah kota yang dikuasai pemberontak, Selasa, yang dituding dilakukan oleh rezim Damaskus.

Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan itu, mengatakan telah melanda gudang senjata milik kelompok militan.

Serangan besar-besaran ini menandai eskalasi dramatis dalam keterlibatan Amerika dalam perang sipil Suriah yang telah berlangsung selama enam tahun. Ini adalah keputusan militer terbesar Presiden AS Donald Trump sejak menjabat.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...