Lima Fakta Penting

Seputar Keracunan Makanan

FOTO | ILUSTRASIIlustarsi
A A A

KERACUNAN makanan masih menjadi fenomena yang kerap menghantui masyarakat Indonesia. Penyebabnya bisa dari berbagai macam hal. Salah satunya adalah faktor kebersihan yang tidak terjaga.

Sebagaimana diketahui, tingkat kebersihan di Indonesia masih belum cukup baik. Alhasil banyak makanan terkontaminasi dan bisa menjadi bahaya apabila dikonsumsi manusia.

Penyakit seperti infeksi perut yang menyebabkan muntah dan buang air besar (muntaber) menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia.

Oleh sebab itu Anda harus berhati-hati dalam memilih makanan dan wajib mengetahui apa penyebab Anda mengalami keracunan makanan. Menyadur dari Times of India, Kamis (9/8/2018), Okezone akan membahas mengenai lima fakta menarik Anda keracunan makanan.

Makanan yang mengandung kuman dan bakteri
Empat jenis kuman yang kerap masuk ke dalam makanan adalah norovirus, Salmonella, Clostridium perfringens, dan Campylobacter. Mereka memiliki efek berbeda pada tubuh dan menghasilkan gejala yang berbeda.

Anda bisa melawan penyakit yang disebabkan oleh kuman-kuman ini dengan bantuan antibiotik.

Tidak mencuci tangan sebelum makan
Tidak selalu makanan yang Anda konsumsi menyebabkan infeksi. Jika Anda mengonsumsi makanan dengan tangan yang tidak dicuci, kuman di tangan akan pindah ke makanan dan kemudian masuk ke dalam perut.

Timbul gejala yang aneh pada tubuh
Waktu inkubasi untuk setiap patogen berbeda. Salmonella memakan waktu antara enam jam hingga dua hari, C. perfringens membutuhkan setidaknya delapan jam, norovirus membutuhkan setengah hari untuk menetas dan Campylobacter membutuhkan lebih dari dua hari untuk membuat efek sampingnya. Ini membuktikan bahwa diare bisa saja disebabkan dari hasil makanan yang Anda miliki beberapa hari yang lalu.

Segera kunjungi dokter jika gejala keracunan tak kunjung sembuh.
Jika gejala keracunan makanan yang Anda alami menjadi tak terkendali dan menyebabkan kehilangan cairan. Anda harus pergi ke dokter. Jika Anda memiliki suhu badan Anda meningkat.

Demam
Jangan panik jika Anda mengalami demam. Ini adalah bagian dari proses. Jika nyeri kepala tidak terlalu tinggi, maka rasa sakit akan hilang dengan sendirinya. Jika demamnya sangat tinggi, maka solusi utamanya adalah mengunjungi dokter.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...