Amerika Serikat – Qatar

Sepakat Perangi Pendukung Teroris

FOTO | REUTERSKesepakatan ini tercapai saat terjadi pertemuan antara Menlu AS Rex Tillerson dan Menlu Qatar Sheikh Mohammad Bin Abdul Rahman Al Thani di Doha.
A A A
Qatar dan AS telah menandatangani sebuah nota kesepahaman antara dua negara yang menguraikan upaya masa depan yang dapat dilakukan Qatar untuk memperkuat perangnya melawan terorisme dan secara aktif menangani masalah pendanaan terorisme. Ini adalah langkah maju yang penuh harapan,

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Qatar dilaporkan telah mencapai kesepakatan mengenai upaya memerangi terorisme, termasuk menghentikan pendanaan terhadap kelompok teror. Kesepakatan ini tercapai saat terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammad Bin Abdul Rahman Al Thani di Doha.

Menurut keterangan penasihat Tillerson, R.C. Hammond, kesepakatan ini adalah langkah awal kedua negara untuk memerangi terorisme global, khususnya dalam memerangi para pendukung terorisme. Kesepakatan ini mencakup penghentian pendanaan terhadap terorisme, baik di dalam, maupun di luar negeri.

"Qatar dan AS telah menandatangani sebuah nota kesepahaman antara dua negara yang menguraikan upaya masa depan yang dapat dilakukan Qatar untuk memperkuat perangnya melawan terorisme dan secara aktif menangani masalah pendanaan terorisme. Ini adalah langkah maju yang penuh harapan," kata Hammond, seperti dilansir Reuters pada Rabu (12/7).

Kesepakatan ini sendiri datang di tengah konflik yang terjadi antara Qatar dengan sejumlah negara Teluk. Konflik ini disebabkan oleh tudingan negara Teluk, yang dipimpin oleh Arab Saudi, bahwa Qatar mendukung kelompok teroris.

Terkait konflik Qatar dan Teluk, sebelumnya Thani memperingatkan Arab Saudi untuk tidak menggunakan kekuatan militer untuk menyelesaikan masalah yang ada. Thani menyebut penggunaan kekuatan militer akan memiliki dampak buruk bagi kawasan.

"Tidak ada krisis yang diselesaikan melalui konfrontasi, tapi dengan duduk di meja perundingan, dimana dialog didasarkan pada prinsip-prinsip yang jelas. Tetapi, jika Anda berbicara tentang premis konflik bersenjata, orang-orang Saudi harus tahu bahwa eskalasi militer baru akan memiliki konsekuensi yang sangat parah di wilayah ini," ucap Thani.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...