Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memanggil enam orang yang diduga terlibat korupsi proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh tahun 2017. Proyek tersebut berada di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Nama yang dipanggil secara terpisah itu ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal, masing- masing Yudi Saputra ST, PPK tahun 2018.

Seorang Nenek di Bener Meriah Diduga Bunuh Diri

POLSEK PERMATAProses evakuasi mayat korban yang diduga bunuh diri
A A A

BENER MERIAH - Seorang nenek berinsial EB (62) warga Kampung Kepies Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah diduga bunuh diri dengan meneguk obat rumput merek gramoxone, Minggu (6/9/2020).

EB, peratama sekali ditemukan oleh H (Saksi) Warga Gelampang Wih Tenang Uken didalam gubuk kebun dengan kondisi berbaring dan mulutnyan berbusa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Polsek Permata, Iptu Yulizan saat dikonfirmasi media ini, Senin (7/9/2020).

Menurut Iptu Yulizan, Ihwal peristiwa tersebut diketahui pihaknya setelah menerima laporan bahwa ada seorang warga Kecamatan Permata diduga bunuh diri.

Dikatakan Iptu Yulizan, pada hari Minggu (6/9/2020) korban bersama tiga orang anaknya berangkat ke kebun sekira pukul 08.00 wib yang berada di Kampung Kepies Kecamatan Permata.

"Sesampai di kebun, korban bersama anaknya melakukan aktivitas masing-masing ," kata Kapolsek.

Lebih lanjut dijelaska Iptu Yulizan, sekira pukul 10.30 wib korban dengan saksi istrahat di sekitar rumah gubuk. Kemudian korban EB masuk kedalam gubuk tersebut yang tak berselang lama saksi H juga ikut masuk kedalam gubuk tersebut.

Didalam gubuk tersebut H melihat EB terbaring dan dari mulutnya mengeluarkan busa. Lalu H memangil saksi lainya dan melihat ada botol Obat pembasmi rumput Merk Gramoxone yang telah terbuka terletak di samping korban.

Tak berselang lama anak korban dan para saksi membawa korban ke Puskesmas Buntul, Kecamatan Permata untuk dilakukan pertolongan, namun setelah dilakukan perawatan di Puskesmas Buntul tidak ada perubahan. Sehingga korban di bawa ke RSUD Muyang Kute Kabupaten Bener Meriah.

Setelah dilakukan perawatan namun sekira pukul 16.30 WIB korban akhirnya meninggal dunia, berdasarkan keterangan dokter RSUD bahwa korban meninggal disebabkan adanya racun yang telah masuk ke aliran darah.

Selanjutnya pukul 21.00 WIB jenazah korban langsung di berangkatkan ke Kampung Korban (Sumatera Utara – Medan) dengan menggunakan ambulance RSUD Muyang Kute.

Kapolsek Permata, menjelaskan kasus ini masih dalam penyelidikan unit reskrim Polsek Permata, untuk sementara Korban di duga bunuh diri dengan meminum cairan obat pembasmi rumput Merk Gramoxone.

Saat ini pihak kepolisian mencatat ada 4 (empat) orang saksi dalam kejadian tersebut diantaranya Hasnah (35) Tani, Alamat Kampung Geulampang Wih Tenang Uken kecamatan Permata, Rusdawati (45) Tani, Alamat Kampung Wih Tenang Uken Permata,

Selanjutnta D Ginting (22) anak kandung korban, 4. ER Ginting (35) anak kandung korban.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...