Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Diduga Depresi Akibat Sakit dan Ditinggal Istri

Seorang Kakek di Bener Meriah Gantung Diri

SAMSUDDINPolisi memasang police line
A A A

BENER MERIAH – Seorang kakek yang berinsial MD (56) warga Kampung Keramat Jaya, kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah diduga bunuh diri akibat depresi atas sakit yang dialami tak kujung sembuh dan ditinggal istri. Lalu sang Kakek nekat gantung diri di dalam kamar, Rabu (30/9/2020).

Orang pertama sekali yang melihat jasat MD tergantung di dalam kamarnya adalah anak kandungnya sendiri yang berinsial SR (15). SR melihat ayahnya (MD) tergantung dengan kondisi sedikit terduduk diatas Dengklik (bangku kecil yang terbuat dari papan) sekira pukul 08.00 WIB..

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubag Humas Polres Bener Meriah Ipda Iwan AK.

Dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Ipda Iwan AK menyampaikan, sebelum SR menemukan ayahnya tewas tergantung ia sempat memasak nasi pada pukul 06.30 wib, setelah itu pada pukul 07.00 wib SR memberi makan orang tuanya yang dalam kondisi sakit.

Setelah ia memberikan makan orang tuanya di ruang tamu, SR kemudian berangkat ke bengkel tepat di depan rumahnya untuk mengelas sepeda motornya yang rusak.

Saat mengelas sepeda motornya, datang abang kandungnya SR yang berinisial SF (31) kebengkel tersebut untuk mengasah sebuah parang usai mengasah parangnya SF langsung berangkat kekebun.

"Saat mereka berada di bengkel, MD sempat meliah aktivitas kedua anaknya setelah itu MD masuk kedalam kamarnya, tak lama selang 3 menit kemudian SR menanyakan kepada orang tuanya dengan bahasa gayo gere ke minum kupi mulo pak ( Tidak kah minum kopi dulu pak ) kurang lebih selama 3 kali namun tidak ada jawaban dari orang tuanya tersebut,"beber Iwan AK

Karena tiga kali di tanyak tidak ada jawaban dari ayahnya, SR langsung menuju pintu kamar orang tuanya setelah dia membuka pintu kamar orang tuang, SR terkejut melihat ayahnya dalam kondisi sudah tergantung.

Setelah melihat pristiwa itu, SR kemudian memanggil kakak yang berinsial SM (24) yang kebetulan rumahnya berada disamping kiri orang tuanya tersebut. Dengan berteriak SR memberitahu Kak enggon bapak ho (red-gayo Kak lihat bapak itu ), kakanya langsung menuju rumah orang tuanya dan melihat kondisi orang tuanya spontan ia langsung memegang orang tuanya tersebut.

Lebih lanjut, Iwan AK mengatakan, selanjutnya SR memangil kakanya yang lain yang berinisial HS ( 40) melihat kondisi orang tuanya HS menangis histeris. Kemudian SR memotong tali yang masih terikat dileher orang tuanya dengan mengunakan sebuah parang.

“Pada saat SR memotong tali tersebut, SM memegangi orang tuanya dan langsung mengangkat orang tuanya dari dalam kamar," cerita Iwan.

Pada saat mengangkat terjatuh sebuah pisau tanpa sarung dari pinggang orang tuanya, dan pada saat mengangkat orang tuanya yang baru sampai di depan pintu kamar tiba abang iparnya yang berinisial SP ( 29 ) langsung turut membantu mengangkat orang tuanya ke ruang tamu, tepatnya di depan kamar orang tuanya.

Disebutkan Kasubag Humas Polres Bener Meriah itu, Sekira pukul 08.15 wib Waka Polsek Bandar beserta personil langsung melakukan pengamanan TKP dan memasang Police Line, tampak masyarakat sudah ramai di depan rumah, dan selanjutnya personil melihat kondisi TKP yang telah rusak dan selanjutnya mengambil dokumentasi, serta menghubungi pihak puskesmas Bandar.

Sekira pukul 08.30 wib ambulance puskesmas Bandar tiba dan langsung membawa korban untuk dapat dilakukan visum etrepertum terhadap korban. Setibanya di puskesmas Bandar korban langsung ditangani visum etrepertum oleh dr Surmita Laila.

Dari hasil visum itu disimpulkan bahwa korban murni bunuh diri, sebab, lidah korban terjulur dan digigit oleh korban, sperma ditemukan dikemaluan, feses (kotoran ) bentuk jeratan tali dibagian leher dengan bentuk v indentik dengan tali di TKP.

Diameter dalam jeratan kurang lebih 32 cm, luka ditelapak jari kaki sebelah kiri diduga digigit hewan pengerat (tikus ), luka di atas ibu jari kaki sebelah kanan diduga digigit tikus juga, berdasarkan tersebut dokter menyatakan dari hasil visum atrepertum bahwa korban bunuh diri.

“Barang bukti yang ada di TKP diantaranya, tali tambang 1 buah pisau dapur. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena depresi atas sakit menahun yang dialami serta ditinggal," katanya.

Iwan AK juga menyampaikan, pihaknya menerima informasi tersebut dari laporan Bhabinkamtibmas Aipda Wildan Mahdi kepada Polsek Bandar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...