Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Ditahan di Mapolres Aceh Selatan

Sekdes Paya Pelumat Ditetapkan Sebagai Tersangka

ISTIMEWAKonferensi pers
A A A

ACEH SELATAN - Polres Aceh Selatan menahan mantan Sekretaris Desa (Sekdes), Paya Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, sebagai tersangka korupsi Dana Desa (DD) sebesar Rp290 juta, Senin (16/11/2020).

Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho, didampingi Iptu Bima Nugraha Putra, saat konferensi pers di Aula Mapolres setempat mengatakan, penahanan mantan Sekdes berinisial, MZ (50) setelah aparat kepolisian melakukan penyidikan.

Oknum Sekdes itu terlibat dalam kasus korupsi DD, dari Anggaran Pendapatan Belanja Gampong Perubahan (APBG-P) yang mencapai Rp1 miliar lebih, bersumber dari APBN dan APBK tahun 2017.

“Kasus korusi ini berawal dari pengaduan masyarakat Paya Peulumat kepada kami pada Mei 2018 dulu, dan meminta inspektorat untuk lakukan penyelidikan atas pengaduan warga tersebut,” kata kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho.

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan, kepala desa dan sekretaris desa diduga menggunakan DD untuk kepentingan pribadi, dengan membuat petanggung jawaban keuangan tidak sesuai dengan ketentuan semestinya.

"Tiga alat bukti yang diperoleh dari keterangan saksi, saksi ahli dan hasil laporan audit, menunjukkan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi DD tahun 2017 sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara Rp290 juta," katanya.

“Atas perbuatan mantan Sekdes ini diancam paling lama 20 tahun penjara dan denda 1 M lebih,"tutupnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...