Gratis!

Sekarang Tes HIV Bisa di Puskesmas

FOTO | ISTIMEWAIlustarsi
A A A

APA yang Anda pikirkan tentang tes HIV? Hal yang menakutkan atau mungkin sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan karena Anda merasa tidak punya masalah dengan penyakit tersebut.

Faktanya tidak demikian. Bagaimana pun, ada baiknya setiap orang melakukan cek penyakit yang satu ini untuk meminimalisir stadium penyakit yang lebih lanjut jika Anda benar-benar terjangkit penyakit ini.

Bahkan, calon pengantin pun sekarang sudah diwajibkan untuk tes HIV sebelum menikah. Tujuannya jelas; menciptakan generasi emas bangsa Indonesia.

Nah, jika Anda merasa kalau tes HIV sepertinya hanya bisa dilakukan di rumah sakit besar dan Anda merasa malu melakukannya, Okezone membuktikan sendiri kalau ternyata tes HIV bisa dilakukan di puskesmas!

Ya, dalam kesempatan ini Okezone menjajal langsung tes HIV di Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Bagaimana prosedurnya dan apa yang harus diperhatikan, berikut ulasannya.

Hal pertama yang mesti diketahui, siapa pun yang mau tes HIV diharapkan sedang sangat sehat dan sudah sarapan sebelumnya. Jadi, ketika darah diambil, tubuh Anda dalam keadaan bugar.

Nah, apa yang harus dilakukan saat pertama kali datang ke puskemas untuk tes HIV?

Dokter Fitria Pratiwi, Pemegang Program Jiwa, Napza, dan HIV Puskesmas Kecamatan Cilandak, menjelaskan, pertama-tama Anda mendaftar dulu ke administrasi. Bagi Anda yang punya BPJS, biaya pendaftaran gratis. Tapi, jika Anda pasien umum dan tidak punya BPJS, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp5 ribu. Di sini juga Anda hanya diminta KTP untuk pendataan.

Setelah itu, Anda ke Poli Konseling. Di ruangan ini, Anda akan bertemu dengan dokter atau konselor HIV yang siap menemani Anda selama tes HIV berlangsung.

"Di Poli Konseling, yang dilakukan itu biasanya dokter atau konselor akan mendata Anda dan menanyakan apa tujuan utama Anda ingin tes HIV. Tahapan ini dinamakan counseling pra-test," kata dokter Fitri pada Okezone, Kamis (7/2/2019).

Biasanya pertanyaan yang akan ditanyakan ialah; Apa alasan Anda mau tes HIV? Apa yang mendasari Anda mau tes? Lalu, kira-kira ada faktor risiko terkait HIV ini?

Setelah counseling pra-test dilakukan, pasien akan diarahkan untuk pengambilan darah untuk tes HIV. Proses ini dilakukan di ruangan laboratorium. Sama seperti pengambilan darah pada umumnya, pasien diminta untuk rileks saat darah disedot dan ditempatkan di tabung.

Setelah darah berhasil diambil, pasien bertemu kembali dengan dokter atau konselornya. Terkait dengan pembacaan hasil tes HIV, di Puskesmas Kecamatan Cilandak sendiri akan dibacakan sehari setelah tes HIV dilakukan.

"Jadi, setelah ambil darah, pasien baru bisa lihat hasilnya besok harinya. Pembacaan tes dilakukan sangat rahasia dan dilakukan dengan dokter atau konselornya," kata dokter Fitri.

Selain baca hasil tes HIV, di hari kedua biasanya pasien juga akan melakukan counseling pasca-tes HIV. Dalam sesi itu, jika hasilnya negatif HIV, maka dokter atau konselor akan memberikan saran untuk tetap menjalani hidup yang lebih sehat dan meminta klien untuk tetap jaga tubuhnya sendiri dan menghindari faktor risiko.

Nah, beda cerita kalau ternyata hasilnya positif HIV, maka yang akan dilakukan setelahnya adalah pemeriksaan lanjutan. Ini juga yang akan menentukan obat apa saja yang akan dikonsumsi pasien HIV positif.

"Jadi, tidak hanya ARV (anti retroviral) atau obat khusus pasien HIV yang dikonsumsi, tetapi kemungkinan penyakit lainnya yang ada di dalam tubuh pasien," terang dokter Fitri.

So, bukan hal yang sulit dan menakutkan untuk melakukan tes HIV. Jika Anda memang punya faktor risiko HIV seperti misalnya penggunaan jarum suntik atau pengguna narkoba, aktivitas seksual baik vagina mau pun anal, sebaiknya tes HIV sekarang juga dan puskesmas sudah memfasilitasinya.

Hal yang penting diketahui adalah layanan kesehatan ini gratis dan terbuka untuk siapa pun. Jika Anda merasa di tempat tinggal Anda sekarang, puskesmas tidak sesuai dengan KTP Anda, jangan khawatir, puskesmas tetap melayaninya. So, yuk tes HIV!

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...