Petani Abdya

Sekali Tanam Dua Kali Panen

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

ABDYA - Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bisa memanen padi dua kali dalam sekali tanam pada musim tanam rendengan (akhir 2016), sehingga hasilnya bisa mencapai 10 ton per hektare.

Surya, seorang petani di Desa Gadang, Kecamatan Susoh, Senin, mengatakan, tanaman padi yang ditanam pada musim tanam (MT) rendengan lalu itu memperoleh hasil lumayan banyak, karena sekali tanam mendapat dua kali panen.

"Sekitar satu bulan lalu, petani sudah panen raya. Alhamdulillah hasilnya lumayan banyak. Jadi, ini panen tahap kedua dari batang tanaman padi yang sama juga," jelas dia.

Ia menjelaskan lagi, panen padi tahap kedua yang saat ini sedang berlangsung di sejumlah kecamatan di Abdya hasilnya memang tidak begitu maksimal bila dibandingkan dengan panen pertama bulan lalu.

Bulan lalu, lanjutnya, petani memperoleh hasil panen padi rata-rata mencapai 7 sampai 8 ton per hektare, sedangkan panen kedua hasilnya hanya sekitar 2 ton per hektare.

"Walaupun hasilnya 2 ton per hektare, ini harus kita syukuri, karena panen kedua ini adalah rahmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada petani. Lagi pula petani tidak mengeluarkan biaya sepersen pun, hanya ambil hasilnya saja," ungkapnya.

Maksudnya, kata dia, tanaman padi yang sedang dipanen tersebut merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi dari batang padi yang sebelumnya telah dipanenkan tanpa ada pemupukan dan pemeliharaan yang mengeluarkan biaya.

"Memang tidak semua petani mendapat dua kali panen pada MT Rendengan ini, karena begitu proses panen pertama selesai, kebanyakan sawah masyarakat langsung digarap lagi untuk tanam padi berikutnya," katanya.

Sangking suburnya lahan sawah di Kabupaten Abdya, tanaman padi yang telah dipotong ataupun dipanenkan petani dengan sabit (alat panen tradisonal) tidak lama kemudian kembali mengeluarkan tunas baru.

Tunas beserta malai padi yang keluar dari batang induk tersebut sekitar satu bulan kemudian sudah dapat dipanenkan lagi oleh petani tanpa dilakukan perawatan ataupun pemupukan.

"Bayangkan saja jika petani mau merawatnya, tentu hasil produksi kedua itu bisa berimbang dengan hasil panen yang diperoleh waktu panen pertama," kata Kamaruddin, salah satu Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Tangan-Tangan.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...