Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

Sejumlah SD di Aceh Selatan Gelar Simulasi Protokol Kesehatan

MUHAMMAD ILHAMSimulasi protokol kesehatan
A A A

ACEH SELATAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Selatan, melakukan simulasi kepada siswa- siswi dengan menerapkan protokol kesehatan di beberapa sekolah dasar (SD), Kamis (02/7/2020).

Kegiatan simulasi ini turut dihadiri Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, Sekda Nasjuddin, Dandim, Letnan Kolonel Inf R Sulistiya Herlambang HB, Kapolres AKBP Ardanto Nugroho, anggota DPRK Dailami, dan tim gugus tugas COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Erdiansyah, menyatakan, simulasi sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat Coronavirus Disease (COVID-19). Simulasi dilakukan selama 4 hari secara bertahap di beberapa sekolah dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam proses ini, Siswa diwajibkan memakai masker, dicek suhu badan, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan di beberapa titik di halaman sekolah.

“Pembatasan jumlah kapasitas kelas ini dilakukan untuk menghindari penumpukan murid di kelas. Keselamatan, keamanan bagi guru, peserta didik dan orang tua harus menjadi pertimbangan utama,” kata Kepala Dinas Pendidikan Erdiansyah

Hal ini Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, menyarankan, dalam pembelajaran tatap muka wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sekolah harus mempersiapkan hal menyangkut protokol kesehatan ini dalam mengatasi pandemi COVID-19.

“Jika dalam pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka terjadi penambahan kasus reaktif COVID-19, maka sekolah akan kembali ditutup dan belajar secara daring,” jelasnya

Sambungnya, pelaksanaan pendidikan selama masa COVID-19 menjadi momentum untuk melakukan transformasi pendidikan bagi guru melalui kebiasaan-kebiasaan baru dalam pendidikan.

“Kami berpesan kepada para guru dan anak-anak didik yang mengikuti kegiatan sosialisasi dan simulasi ini untuk mematuhi dan melaksanakan aturan yang telah ditetapkan pemerintah melalui gugus tugas,” pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...