Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Sejumlah Ruko di Pasar Simpang Tiga Ludes Terbakar

SAMSUDDINKebakaran di Pasar Simpang Tiga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan sejumlah ruko di Pasar Simpang Tiga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Api begitu cepat menghanguskan ruko yang berkontruksi kayu, sejumlah ruko yang berderatan tersebut seketika rata dengan tanah. Peristiwa itu terjadi, Jumat (14/8/2020) sekira pukul 17:20 WIB.

Diawal terjadinya kebakaran, hanya terlihat satu unit mobil kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang belakangan di ketahui berasal dari pos pondok baru.

Menggingat api terus membesar, dan mobil pemadam kebakaran milik pemda Bener Meriah di TKP hanya ada satu unit yang diterjunkan, Kapolsek Bukit berinisiatif meminta bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Aceh Tengah, Satu unit mobil pemadam kebakaran milik UPBU Bandara Udara Rembele, Satu unit mobil water canon Polres Bener Meriah dan satu unit mobil water canon Brimob Bataliyon B Bener Meriah untuk berupaya memadamkan api.

“Kami bersama masyarakat Pasar Simpang Tiga tentu sangat kecewa dengan tidak hadirnya mobil pemadam kebakaran milik pemda Bener Meriah untuk memadamkan api, sebab saya sudah berulang kali menghubungi minta bantuan sesegera mungkin karena api lagi membesar saat di hubungi responya ada lagi dalam perjalanan sampai menunggu berjam-jam damkar Bener Meriah tak kunjung nongol di TKP selain satu unit yang dari pos pondok baru itu,"kata Kapolsek Bukit Iptu Jufrizal SH saat dikonfirmasi media ini di TKP.

Dikatakan Jufrizal, sejauh ini pihanya tidak tau apa alasan mereka (damkar) tidak menurunkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api,
"Apakah Damkarnya rusak atau tidak adanya drivernya damkar tersebut,"cetus Jufrizal.

Kapolsek Bukit itu menambahkan, hingga saat ini ia belum dapat memastikan kebakaran itu apakah berasal dari arus pendek atau ada unsur lain. Begitu juga dengan jumlah ruko yang hangus dan siapa pemiliknya belum dapat menjelaskan karena saat ini petugas masih berupaya melakukan pendinginan.

Dari pantauan media ini, ratusan masyarakat yang dibantu personil Brimob dan Polres Bener Meriah juga bahu membahu berupaya memadamkan api secara manual dengan mengunakan peralatan sederhana seperti ember, bekas tempat cet dan sejenisnya. Disisi lain banyak juga masyarakat lain menyaksikan petugas yang terus berupaya memadamkan api seraya mengabadikan peristiwa itu menguanakan smartphone.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum mendapatkan penjelasan dari Kalak BPBD terkait keberadaan Damkar Bener Meriah meski sudah di konfirmasi melalui pesan WhastApp.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...